Baru 50 Ribu Warga Bengkulu Gunakan Listrik Prabayar

Oleh Tgl: March 27, 2014
PLN

Jadi yang sudah menggunakan pelayanan PLN prabayar sebanyak 15 persen dari jumlah keseluruhan atau masih ada sekitar 85 persen pelanggan PLN masih membayar tagihan listrik dengan sistem pascabayar

Asep Suherman

BENGKULU – Supervisor Pelayanan Pelanggan PLN Regional Bengkulu Asep Suherman mengatakan dari data yang dihimpun PLN sampai Maret 2014 baru 50ribu warga se Provinsi Bengkulu yang sudah menggunakan listrik prabayar.

“Sampai saat sudah ada warga yang mulai beralih pembayaran tagihan rekening listrik dari pasca ke sistem prabayar, data kita lebih dari 50 ribu warga yang sudah menggunakan prabayar,” katanya, Kamis (27/3).

Dikatakan dia dari 10 kab/kota se Provinsi Bengkulu pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Bengkulu mencapai 334.638 rekening.

“Jadi yang sudah menggunakan pelayanan PLN prabayar sebanyak 15 persen dari jumlah keseluruhan atau masih ada sekitar 85 persen pelanggan PLN masih membayar tagihan listrik dengan sistem pascabayar,” jelas dia.

Menurut dia pengalihan dari pasca bayar ke pelayanan prabayar sudah dimulai sejak tahun 2012 lalu dan akan diupayakan terus sampai tidak ada lagi warga yang menggunakan layanan pascabayar.

“Memang kita arahkan bagi yang mau berlangganan listrik yang baru untuk menggunakan pelayanan prabayar sehingga usaha kami tinggal mengalihkan pelanggan yang masih pascabayar saja,” tambahnya.

Asep mengatakan aturan yang memang dibuat PLN Pusat ini memiliki kelebihan yang baik untuk pelanggan, dimana pelanggan bisa lebih menghemat sebab tidak dikenakan biaya beban dan bisa mengatur sendiri pemakaian listrik.

“Masyarakat yang beranggapan prabayar mahal, itu tidak benar. Jadi, sebetulnya tergantung pemakai. Dan saya sarankan pelanggan tidak menggunakan kabel senur atau sumber tegangan yang lebih dari satu karena  yang nyambung sini nyambung situ biasanya lebih boros, sebab terukur instalasinya,” tutupnya.(Sey)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *