6 Perusahaan Tambang Bengkulu Gulung Tikar

Oleh Tgl: March 6, 2014
Bebby Husin

Sejumlah perusahaan batubara di Bengkulu terpaksa tutup karena tidak stabilnya harga

Bebby Hussy

BENGKULU – Asosiasi Pengusaha Batubara Bengkulu (APBB) barharap harga batubara kedepan bisa terus stabil pasalnya turunnya harga batubara mengakibatkan beberapa perusahaan di Bengkulu tutup dan memilih tidak beroperasi lagi.

“Sejumlah perusahaan batubara di Bengkulu terpaksa tutup karena tidak stabilnya harga,” kata ketua Asosiasi Pengusaha Batubara Bengkulu (APBB) Bebby Hussy, Kamis (6/3).

Ketua APBB yang baru saja dilantik oleh Gubernur Bengkulu H. Junaidi Hamsyah, S.Ag, M.Pd diwakili oleh Pjs. Gubernur Sultan B Najamudin, S.Ip kemarin, mengatakan, setidaknya saat ini ada sekurangnya 1.200 pekerja tambang batubara di Bengkulu yang tidak lagi dipekerjakan.

Ia menjelaskan, dalam satu tahun terakhir, ada 6  perusahaan pertambangan batubara berhenti beroprasi akibat rendahnya harga jual batubara yang berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) karena perusahan merasa tidak sanggup lagi untuk beroprasi dan menggaji pekerjanya.

Menurutnya, perusahaan mengeluhkan dana operasi lebih besar dibandingkan dengan keuntungan yang di dapat.

“Sehingga, perusahaan melakukan upaya perampingan untuk melakukan efisiensi,” ujarnya.

Selain itu, katanya, permasalah lain yang dihadapi perusahaan batubara di Bengkulu yaitu permasalahan alur pulau baii yang hingga kini belum maksimal. “Karena masih dangkalnya alur tersebut sehingga pengusaha harus kembali mengeluarkan biaya angkut untuk transit pengakutan, sehingga menambah biaya operasional,” katanya.(sey)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *