5000 Tandatangan Dukungan Tolak Kriminalisasi Masyarakat Adat

Oleh Tgl: March 8, 2014
AMAN

AMAN wilayah Bengkulu menolak kriminilisasi terhadap masyarakat adat, yang saat ini tengah terjadi di kabupaten Kaur. Untuk itu kita melakukan penggalangan petisi

Dev Three

BENGKULU – Menolak  kriminalisasi masyarakat adat yang ada di Provinsi Bengkulu, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) wilayah Bengkulu menggalang petisi atau tandatangan dari masyarakat Bengkulu kurang lebih berjumlah 5000 dukungan dari seluruh masyarakat se Provinsi Bengkulu.

“AMAN wilayah Bengkulu menolak kriminilisasi terhadap masyarakat adat, yang saat ini tengah terjadi di kabupaten Kaur. Untuk itu kita melakukan penggalangan petisi,” kata Ketua Badan Pengurus Harian Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) wilayah Bengkulu Dev Three, Sabtu (8/3).

Ia mengatakan petisi tersebut akan disampaikan ke presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan dukungan minimal 5.000 warga Bengkulu dan sekarang sudah terkumpul 1.000 tandatangan dari komunitas AMAN yang ada di kabupaten dan kota di provinsi Bengkulu.

Untuk memperbanyak dukungan pihak Aman juga meminta dukungan dari mahasiswa dan organisasi masyarakat untuk mendukung tercapainya target petisi tersebut.

Dev menjelaskan petisi ini berangkat dari kriminaliasi masyarakat adat dusun Lamo di Kaur dituduh telah melakukan perambahan hutan di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Padahal masyarakat adat, menurutnya, adalah mereka sudah berdiam di kawasan TNBBS sebelum kawasan itu ditetapkan sebagai taman nasional.

Menurut AMAN, penerapan UU nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan adalah pengingkaran terhadap masyarakat adat. “Jiwa dari Undang-Undang baru ini adalah untuk memberantas perusahaan atau korporasi nakal yang merusak hutan,” ujarnya.(sey)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *