5 Rahasia Membangun Usaha

Oleh Tgl: March 15, 2014
Biz Plan

“Bisnis yang baik adalah usaha yang dijalani sesuai dengan passion,” ini dikatakan Iwet Ramadhan dalam workshop entrepreuner yang digelar sebuah majalah lifestyle di Jakarta beberapa waktu lalu.

Niat inilah yang membuat Iwet membangun TikPrive—sebuah brand batik dengan konsep unik dan berbeda dengan brand-brand lainnya. “Saya senang batik dan saya mencari celah di antara bisnis batik yang ada untuk menemukan ciri khas brand saya sendiri,” ujarnya. Ini yang menurut Iwet harus dilakukan oleh calon-calon wirausaha. Tidak hanya “passion” dan “unik” saja, berikut Iwet membeberkan rahasia membangun usaha ala Iwet….

1. Jangan Takut

Ketakutan dapat membuat Anda ragu-ragu dalam bertindak sehingga bisa jadi mengacaukan semua yang Anda rencakan. Bulatkan tekad Anda untuk melakukan dan menyelesaikan apa yang Anda rencakan. Kalau Anda hanya membayang-bayangkan tanpa mewujudkan, usaha yang hendak Anda bangun tidak akan pernah terwujud.

2. Perencanaan

Ya, memang Anda masih baru di dalam bisinis namun bukan berarti Anda hanya sekadar maju saja tanpa menyiapkan “amunisi”. Pun jika yang Anda geluti ini adalah sesuatu yang memang Anda sukai, jangan anggap remeh. Pelajari dan buat perencanaan untuk usaha ini. Pertimbangkan marketnya dan gol-gol yang akan dicapai dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

3. Dedikasi

Untuk di awal masa usaha, jangan langsung memusingkan pendapatan, sehingga mengabaikan pelanggan. Jangan memikirkan keuntungan yang hanya di depan mata tetapi juga ke depannya. Jalankan usaha Anda dengan hati bukan hanya sekadar mengejar materi. Berikan pelayanan kepada customer dengan dedikasi sehingga dengan tak langsung mereka menjadi “juru bicara” Anda untuk calon customer lainnya.

4. Sharing Bersama yang Lebih Berpengalaman

Jangan segan untuk berdiskusi dengan roang-orang yang lebih berpengalaman dengan Anda. jangan malas mencuri ilmu dari mereka-mereka yang sudah berkecimpung lebih lama di dunia bisnis. Bertukar pikiran dengan orang-orang pintar seperti ini dapat mengembangkan perspektif Anda.

5. Ketika Gagal…

Banyak orang yang langsung banting setir ataupun berhenti berwirausaha ketika bisnisnya terbentur dan tumbang. Seharusnya dilakukan ketika gagal adalah menemukan penyebabnya dan melakukan evaluasi, bukannya malah berhenti dan tidak mencoba lagi. (T. Alur)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *