10.000 Mahasiswa Bengkulu Terancam Tidak Bisa Memilih

Oleh Tgl: March 5, 2014
DSCF2892

Sementara mahasiswa di Kota Bengkulu rata-rata bukan domisili tetap, bagaimana dengan kawan-kawan yang tinggal di rumah kos. Jika harus pulang dulu ke kabupaten saya kira itu tidak mungkin

Rahmat Doni

BENGKULU – Sebanyak 10.000 pemilih pemula di Bengkulu terancam tidak bisa menggunakan hak nya untuk memilih. Hal ini terkuak setelah Gabungan mahasiswa Universitas Bengkulu, IAIN dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) mendatangi KPU Provinsi Bengkulu.

Kedatangan perwakilan mahasiswa ini untuk meminta KPU memperjuangkan nasib 10.000 pemilih pemula yang terancam tidak bisa menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 9 April 2014 yang tinggal menghitung hari lagi ini karena lokasi domisili tetap.

“Di Bengkulu sedikitnya 10.000 pemilih pemula khususnya kalangan mahasiswa terancam golput. Mereka tidak bisa memberikan hak suaranya sebab waktu pencoblosan hanya satu hari. Sementara mahasiswa di Kota Bengkulu rata-rata bukan domisili tetap, bagaimana dengan kawan-kawan yang tinggal di rumah kos. Jika harus pulang dulu ke kabupaten saya kira itu tidak mungkin,” ujar Ketua KAMMI daerah Bengkulu Rahmat Doni.

Perwakilan mahasiswa ini diterima oleh Ketua KPU Irwan Saputra bersama 2 komisioner Eko Sugianto dan Aris Munandar pertemuan ini sempat memanas ini karena kedua pihak saling bersikeras.  Disisi lain mahasiswa meminta agar komisioner mengandeng mahasiswa dan memperbanyak sosialiasi.

Ketua KPU Irwan Saputra sendiri dalam waktu dekat akan memenuhi permintaan perwakilan mahasiswa dan pihaknya segera akan melakukan sosialisasi ke kampus seperti yang diminta oleh para mahasiswa.

“Kami akan upayakan, yang jelas mekanisme para pemilih yang terancam golput ini, mereka bisa meminta surat pengantar untuk pindah tempat pemilihan. Itu harus dilakukan minimal 7 hari sebelum pencoblosan, atau bawa saja KTP ke TPK tetap akan dilayani,” tutup Irwan.(sey)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *