Waspadai Stroke!

Oleh Tgl: February 23, 2014
resiko-stroke

Orang zaman sekarang berpikir terlalu kompleks, ambisius, sehingga menimbulkan penyakit. Ingat loh, 70% penyakit datangnya dari pikiran

Timbul Siahaan SMPh.Dip.PT.

Aneh tapi nyata, di zaman yang serba maju dan modern, dimana teknologi kian berkembang justru muncul penyakit-penyakit aneh. Semacam HIV AIDS, siphilis, gonorhoe, kolesterol dan sebagainya. Kenapa demikian?

“Kualitas hidup orang sekarang menurun, itulah yang menyebabkan penyakit-penyakit yang aneh-aneh bermunculan,” demikian penuturan Timbul Siahaan SMPh.Dip.PT. “Salah satu penyakit yang paling banyak menelan korban saat ini adalah Stroke,” Ketua Fisioterapi Sumatera Utara ini menambahkan.

Mirisnya banyak orang yang tak tahu apa itu stroke. Pandangan yang beredar di masyarakat, stroke disebabkan karena jatuh atau kecelakaan. Yang lebih menyesatkan lagi stroke disebabkan karena guna-guna.

Sesungguhnya stroke adalah penyakit yang terjadi karena penyumbatan, penyempitan dan pecahnya pembuluh darah di otak. Kalau penyumbatan  dikarenakan ada massa yang berjalan-jalan di pembuluh darah.

Misalnya klep di jantung lepas, klep tersebut jalan-jalan dari pembuluh darah besar ke pembuluh darah yang sempit sehingga mengakibatkan penyumbatan. Kalau penyempitan prosesnya sedikit demi sedikit.

Lemak yang tertimbun, sedikit demi sedikit menghambat pembuluh darah sehingga pembuluh darah menjadi sempit. Dan terakhir adalah pecahnya pembuluh darah. Ini dikarenakan darah tinggi. Jantung memompa darah terlampau kencang.

Ibarat balon yang diisi angin terus-menerus akibatnya pecah. Penyumbatan, penyempitan ataupun pecahnya pembuluh darah mengakibatkan otak tidak mendapat oksigen, nutrisi/sari-sari makanan sehingga menyebabkan kelumpuhan ataupun sebgain tubuh menjadi tegang.

Stroke menyerang otak kiri atau otak kanan atau bisa juga keduanya. Bila otak kiri yang terserang maka tubuh sebelah kanan yang lumpuh dan sebaliknya, otak kanan yang diserang tubuh sebelah kirilah yang lumpuh.

“Selama ini banyak yang mengira pada perempuan, stroke  menyerang otak kiri dan laki-laki  otak kanan. Itu tidak benar! Kalau mau kena otak kiri ya kiri yang kena, tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin,” ia menjelaskan.

Selain tergantung dari seberapa luas area penyumbatan/penyempitan/pecahnya pembuluh darah, parah atau tidaknya sakit stroke yang diderita tergantung dari otak sebelah mana yang terkena penyakit tersebut. Bila otak sebelah kiri yang terkena maka kondisinya lebih fatal ketimbang bila stroke mengenai otak sebelah kanan.

Hal ini dikarenakan otak kiri mengatur bicara, menelan, berpikir dan gerak tubuh bagian kanan. Sehingga bila otak sebelah kiri yang terkena stroke kondisinya lebih parah ketimbang orang yang terkena stroke pada otak sebelah kanan.

Bila orang yang terkena stroke sebelah kanan anggota tubuh sebelah kirinya lemas saja. Sedang orang yang terkena stroke pada otak sebelah kiri kemungkinan besar tidak bisa bicara, dan ada gangguan pada pola pikirnya.

Yang biasanya orang tersebut penuh semangat, rajin, semenjak terkena stroke jadi malas. Jadi jangan heran apabila salah satu anggota keluarga kita yang sakit stroke jadi malas ataupun bertingkah seperti kanak-kanak. Ini bukan karena mereka sengaja tetapi karena stroke!

Ada istilah Trancient Infarct Attack yang artinya orang yang terkena stroke bisa sembuh dalam kurun waktu 24 jam. Misalnya saja terjadi penyumbatan di otaknya membuat setengah badannya lemas/lumpuh tetapi besok bisa saja badannya tidak lemas/lumpuh lagi itu karena pembuluh darahnya tidak tersumbat lagi.

Tetapi  kalau sudah seperti itu harus waspada, karena ada kemungkinan untuk terkena lagi. Dan bagi orangtuanya yang pernah terkena stroke harus berhati-hati karena stroke bersifat herediter (keturunan). Walaupun tidak ada ahli yang mengatakan dengan pasti bahwsanya stroke penyakit menurun tetapi banyak ditemukan kasus serupa; dimana orangtua yang terkena stroke beberapa tahun kemudian anaknya juga terkena stroke.

Sama halnya dengan penyakit diabetes yang ada kemungkinan menurun pada anak-anak. Makanya kalau orangtua anda terkena stroke ataupun diabetes. Anda sudah harus lampu merah; berhati-hati, mulai sekarang jaga pola makan, pola pikir dan pola hidup!

Dulu penyakit stroke terjadi pada orangtua yang berumur 40 tahun ke atas. Sekarang orang muda pun terkena stroke. Bahkan usia 19 tahun sudah ada yang terkena stroke.  “Ini semua karena pola hidup yang tidak sehat. Zaman sekarang orang ingin serba instan. Makan fast food supaya tidak capek masak, mencuci  baju dengan mesin cuci.

Bila kita bandingkan dengan orang dulu yang kalau mau makan ikan tinggal ambil di sungai, bertani, dan lagi sayur-sayurannya tidak pakai pestisida. Coba kalau sekarang, ikan saja sudah tidak segar lagi bahkan ada yang menggunakan formalin. Inilah salah satu penyebab stroke sudah menyerang orang muda,” bapak tiga anak ini menuturkan.

Selain makan semaunya dan tidak berolahraga   pola pikir yang tidak sehat dapat juga menyebabkan stroke. “Orang zaman sekarang berpikir terlalu kompleks, ambisius, sehingga menimbulkan penyakit. Ingat loh, 70% penyakit datangnya dari pikiran,” alumni Universitas Hogescholl Van Amsterdam ini menegaskan.

Bagaimana cara mengatasi stroke? Saat keluarga Anda terkena stroke yang pertama harus dilakukan adalah berikan penanganan yang tepat. Langkah yang harus dilakukan adalah datangi dokter syaraf kemudian fisioterapi.

Orang-orang yang terkena stroke bagian tubuhnya melemah ataupun menjadi tegang sehingga yang harus dilakukan adalah melatihnya. Orang-orang yang terkena stroke jarang yang dapat pulih total. Dengan adanya fisioterapi meminimalisir kecacatan yang terjadi dan memaksimalkan kesembuhan.

Harus ada kerjasama dari pihak medis dan anggota keluarga pada pasien stroke. Terapis (red.orang yang memberikan terapi) bisa saja membantu pergerakan pasien stroke tetapi keluarga sebagai sosok yang paling sering bersama pasien  berperan  penting bagi penderita stroke.

Kebanyakan keluarga yang salah satu anggota keluarganya terkena stroke otomatis sosial ekonominya terganggu. Sosial dimana penderita stroke tidak bisa melakukan kontak sosial secara normal lagi dan ekonomi; stroke adalah penyakit yang membutuhakan penanganan khusus sehingga butuh biaya.

Kebanyakan keluarga pasien stroke tidak perduli terhadap anggota keluarganya yang terkena stroke. Mereka membiarkan pengasuh jompo untuk merawat ayah/ibunya bahkan lebih kejamnya lagi, meninggalkan ayah/ibunya di panti jompo. Padahal yang seharusnya kita lakukan apabila anggota keluarga kita terkena stroke adalah mengasihi, memberi perhatian yang besar dan memberikan pelayanan medis yang selayaknya.

Mulai sekarang tanamkan pola hidup sehat. Klise memang tapi itulah cara yang paling mujarab untuk menghindari sakit-penyakit. Dan apabila ada anggota  keluarga kita terkena stroke, cintailah mereka, beri perhatian tulus, karena kita tidak tahu bisa saja besok kita yang terkena stroke!!! (T. Alur)

 





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *