Warga Bengkulu Miliki Tasbih Seberat 50 Kg

Oleh Tgl: February 19, 2014
Tasbih Berat 50 Kg

Tasbih raksasa saya ini terbuat dari labu kayu atau buah Majapahit, saya buat tahun 2008 dulu, beratnya sekitar 50 Kg dan panjangnya 30 meter, sebanyak 99 buah labu kayu

Sudarmansyah

BENGKULU  – Setelah Shalat berjamaah berhadiah yang menuai sensasi di daerah dan nasional mulai reda, ada hal yang berbau islami lagi yang membuat mata terbelangak, pasalnya ada warga kota yang memiliki tasbih seberat 50 Kilogram.

Tasbih yang baru kali pertama di Bengkulu ini adalah milik seorang salah seorang warga Jalan Jendral Sudirman 3 Nomor 43 RT II Kelurahan Pintu Batu Kota Bengkulu Sudarmansyah alias Buyung.

Buyung mengaku semenjak dibuat tasbih raksasanya ini hanya tergantung dibawah atap rumah Buyung, menurutnya pembuatan tasbih ini untuk mendukung program Walikota H.Helmi Hasan Bengkuluku Religius, namun bukan dalam bentuk menyediakan mobil atau uang bagi orang yang rajin shalat berjamaah di Mesjid Takwa, melainkan ia bersedia mengelar dzikir akbar dengan tasbih raksasanya.

“Tasbih raksasa saya ini terbuat dari labu kayu atau buah Majapahit, saya buat tahun 2008 dulu, beratnya sekitar 50 Kg dan panjangnya 30 meter, sebanyak 99 buah labu kayu,” ujar Sudarmansyah atau akrab disapa Buyung.

Dijelaskannya mengapa ia membuat tasbih raksasa, yaitu sesuai dengan impiannya pertama merasakan bagaimana Bengkulu Kota relegius, dan mungkin di zaman Walikota Helmi Hasan inilah Kota Bengkulu relegius bisa terwujud.

Dikatakan dia, selain untuk memotivasi Bengkulu menjadi kota yang religius.Selain itu juga ia ingin memecahkan rekor muri pembuatan tasbih terbesar di dunia dan akan disandang oleh 99 orang pada saat dzikir akbar dengan ditenag-tengah ada pemain musik rabana, sarapan anam dan dol sebagai ciri khas Bengkulu.

“Saya kepingin pusaka saya ini apabila saya mati bisa saya tinggalkan, kalu di dukung akan buat rekor muri pembuatan tasbih terbesar dan terpanjang di dunia, dengan harga relatif murah, buah majapahit ini kita beli, kita siap membuat acara dzikir dengan tasbih raksasa dengang yang memegang 99 orang. Kalau tempatnya bisa di lapangan merdeka,” ujarnya.

Sekarang tasbih raksasa tersebut di kaitkan diatas plafon rumahnya, terlihat warna tasbih tersebut sudah kecoklatan dan masih ada tulisan peramalan Subhanallah, Alhamudllilah dan Allahuakbar yang ditulis pakai cat di kulit labu kayu tersebut.

Tasbih ini dibuat tahun 2008 panjang sekitar 30 meter dengan berat 50 kg. Dirangkai dengan tali plastik. Tulisan di kulitnya yaitu subhanallah, alhamdullilah, allahuakbar, palak labu kayu, belum pernah dipamerkan karena belum ada yang mengajak.(sey)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *