Vagina Treatments Kebutuhankah?

Oleh Tgl: February 8, 2014
woman-pelvis

Pada dasarnya perempuan memiliki sifat dasar menjadi pusat perhatian/ingin diperhatikan yang lebih besar dibanding pria. Sehingga wajar kalau perempuan lebih aware dengan kondisi fisiknya ketimbang kaum pria.

Inilah yang membuat banyak perempuan gemar melakukan melakukan perawatan salah satunya vagina treatments. Hal lain yang melatarbelakangi kaum hawa ingin “mempermak” tubuhnya bisa jadi karena gempuran produk-produk kecantikan di media.

Akbar S. Ahmad dalam bukunya Posmodernisme Bahaya dan Harapan Bagi Islam, menuliskan media telah memberikan perangkap keindahan sekaligus menyakitkan pada perempuan.

Menyakitkannya dimana? Perempuan dituntut menjadi sempurna secara fisik. Perempuan tidak boleh bau, perempuan harus berbadan sintal dengan rambut panjang mayang, hidung mancung, payudara montok dan hal-hal fisik lainnya.

Tuntutan inilah yang membuat para perempuan mengejar “kesempurnaan” dengan berlomba-lomba “memperbaiki” dirinya—termasuk bagian intimnya.

Menurut Dr.Ferryal Loetan, Sex Consultant & Rehabilitation Specialist, tidak ada yang salah dengan vagina treatments selama dilakukan dengan benar. “Bila ingin melakukan vagina treatments, biarlah dilakukan di tempat yang seharusnya dengan terapis yang punya kapastitas untuk melakukannya,” jelasnya.

Menyenangkan Pasangan

Dia juga menambahkan banyak alasan kaum hawa melakukan vagina treatments dengan alasan membuat pasangan senang, menambah rasa percaya diri dan alasan-alasan lainnya.

Padahal tidak semua vagina treatments memberikan dampak kepuasan seksual.  Ada yang hanya estetika saja, seperti bleaching, waxing ataupun labiaplasty. “Perempuan harus nyaman dengan dirinya sendiri baru bisa mendapatkan seks yang memuaskan. Kalaupun perempuan sudah melakukan vagina treatments tapi dia tetap tidak pede, sama saja” tambah dokter yang praktik di Win Lab Kelapa Gading ini.

Kalau menurut psikolog Emilya Ginting MPsi jika ingin melakukan vagina treatments, silahkan saja. Semua perempuan ingin tampil cantik dan menarik. Asal itu tidak menjadi tolak ukur utama.

Kalau soal vagina treatments supaya kehidupan seksual lebih menarik, itu perlu dipertanyakan. “Apakah dalam sebuah hubungan/pernikahan faktor seksual menjadi penentu utama dan harga mati? Itu semua tergantung tiap-tiap pasangan,” tutur Emilya.

Jika mereka lebih mengagungkan aktifitas seksual ketimbang hubungan emosionil itu sendiri vagina treatments ataupun hal-hal yang berkaitan dengan “seks nikmat” akan sangat penting.

Pada akhirnya seiring berjalannya waktu, tidak akan ada treatments yang bisa kita lakukan untuk memertahankan kecantikan. Semua akan luntur dimakan usia. “Vagina treatments oke-oke saja tapi kesadaran kalau kecantikan utama adanya di dalam diri bukan terletak pada fisik itu paling penting,” cetus Emilya. (T. Alur)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *