Umur 5 Milyar Tahun, Kesehatan Bumi Menurun

Oleh Tgl: February 26, 2014
earth-cartoon

Umur Bumi sudah mencapai 5 Milyar tahun, saat ini sudah sakit-sakitan, tua, batuk-batuk dan panas maka harus kita jaga kesehatannya

Dr. Gunggung Senoaji, S.Hut, MP

BENGKULU – Dimana-mana bencana mulai dari banjir, tanah longsor, kekeringan, suhu udara naik, sampai luas daratan yang semakin mini karena tergerus air laut silih berganti terjadi didaerah-daerah Indonesia bahkan kondisi ini juga berlaku di belahan Negara lain. Bumi kini tengah sakit-sakitan.

Inilah yang diceritakan Ketua Tim Percepatan Penurunan Gas rumah Kaca Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bengkulu, Dr. Gunggung Senoaji, S.Hut, MP menurutnya saat ini kesehatan Bumi sudah menurun dan banyak dihinggapi penyakit sehingga sangat membutuhkan perawatan untuk kembali sehat, setidaknya lebih baik dari kondisi saat ini.

“Umur Bumi sudah mencapai 5 Milyar tahun, saat ini sudah sakit-sakitan, tua, batuk-batuk dan panas maka harus kita jaga kesehatannya,” cerita Gunggung kepada kuli tinta Bengkulu pada saat menyampaikan materi perubahan iklim, Rabu (26/2) di Hotel Santika.

Dengan gaya penuturan mengajar, dosen Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Unib ini menyampaikan bahwa ada poin yang bisa kita lakukan untuk memberlakukan Bumi sebagai benda hidup yang jika tidak dijaga kesehatannya maka akan sakit dan akhirnya rusak.

Menurutnya, karena bumi sakit akibat masalah-masalah hutan dan lahan gambut maka merawat bumi bisa dilakukan dengan menjaga hutan yang merupakan bagian terpenting dari kesehatan bumi.

“Jika hutan sudah rusak, hutan yang fungsinya transforme energy matahari tidak bekerja secara optimal. Mencintai bumi dapat dengan menjaga hutan sebab penyebab bumi sakit dari faktor alam dan manusia,” tegasnya.

Seperti di Provinsi Bengkulu, Bumi Rafflesia yang memiliki total kawasan hutan seluas 924,631 Ha atau 46,1 persen dari total luas wilayah, saat ini sudah tergerus tinggal 33 persen hutan. Padahal jika terus-terusan berkurang bukan tidak mungkin warga Bengkulu kedepan membeli oksigen akibat sumber penghasil oksigennya sudah banyak diilegal logging dan diuangkan tangan-tangan perambah.

“Catatan mengenai perubahan iklim di Provinsi Bengkulu akibatnya adalah longsor pada ruas-ruas jalan seperti longsor yang terjadi di Kabupaten Muko-Muko, lalu di Bengkulu sudah terjadi kenaikan permukaan air laut. Bahkan luas salah satu pulau di Enggano pun sudah semakin kecil kurung waktu 10 tahun terkahir,” tutupnya.(sey)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *