Tahun Ini RSMY Rencanakan Bayar Lunas Hutang Rp. 11,2 Miliar

Oleh Tgl: February 10, 2014
RSUD

Pada tahun 2014 ini kita rencanakan seluruh hutang RSMY akan dilunasi seara utuh dan diupayakan keuangan RSMY dapat lebih sehat lagi, yang paling penting ini dapat memperbaiki tata kelola keuangan Rumah Sakit Umum Daerah M Yunus Bengkulu (RSMY)

Daisy Novira

BENGKULU – Terkait defisit anggaran yang dialami Rumah Sakit Umum Daerah M Yunus Bengkulu (RSMY) sehingga membuat hingga membuta RS ini terbelit hutang hingga Rp.21 miliar. Direktur RSMY drg. Daisy Novira, MARS memastikan akan segera melunasi tunggakan hutang RSMY ditahun 2014 ini.

“Pada tahun 2014 ini kita rencanakan seluruh hutang RSMY akan dilunasi seara utuh dan diupayakan keuangan RSMY dapat lebih sehat lagi, yang paling penting ini dapat memperbaiki tata kelola keuangan Rumah Sakit Umum Daerah M Yunus Bengkulu (RSMY)” ujarnya.

Daisy mengatakan langkah melunasi hutang RSMY dilakukan sangat tepat sebab selama ini masalah dan sejumlah tuntutan hutang yang sebelumnya mencapai lebih dari Rp.21 miliar di RSMY juga ikut menganggu manajemen karena tidak memiliki kejelasan kapan dibayar padahal kata dia hutang RSMY merupakan warisan dari manajemen sebelumnya.

Daisy mengatakan hutang-hutang yang menjadi tanggungan RSMY diupayakan tidak akan memberatkan APBD untuk melunasinya karena dengan status RSMY yang sudah BLUD seperti tertuang dalam surat keputusan gubernur Bengkulu No. 320 XXVII tanggal 29 Desember tahun 2009 kemampuan memanjamen tersebut ditingkatkan untuk memperoleh penghasilan yang sisanya digunakan untuk membayar tunggakan hutang.

“RSMY sudah badan layanan umum daerah atau BLUD kita melakukan pengelolaan sendiri dan dapat menghasilkan profit, bukan justru merugikan negara,” katanya.

Dalam beberapa bulan terakhir, katanya, RSMY telah menunjukan tren positif dalam hal pendapatan dan pengelolaannya mulai membaik.

“Pendapatan kotor RSMY saat ini rata-rata yaitu Rp. 5,5 miliar setip bulannya, dan diantaranya digunakan untuk beban operasional, dan kemudian sisanya kita sisihkan untuk melunasi hutang-hutang yang ada,” jelasnya.

Disamping itu, katanya, pihaknya untuk meningkatkan tata kelola dan pengawasan RSMY, RSMY juga telah menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Bengkulu. “Kita berharap dapat meningkatkan manajemen tata kelola rumah sakit yang efisien, efektif, transparan dan akuntabel,” katanya.

Sejak ia pimpin, BPKP telah melakukan audit secara rutin terhadap seluruh pengelolaan akuntasi di rumah sakit yang menjadi rujukan tertinggi di Provinsi Bengkulu ini. Ia bahkan berharap, ke depan pihaknya bisa mempublikasikan setiap audit tersebut kepada publik melalui teknologi informasi.

Untuk diketahui saat ini, selama tahun 2013 pasca dirinya diserahi sebagai direktur RSMY yang baru menggantikan direktur sebelumnya yang terjerat kasus korupsi, telah melakukan pelunasan hutang sebesar Rp. 9,8 miliar dan masih Rp. 11,2 miliar. Hutang tersebut dibayar dengan cara mencicil dari hasil operasional dari pengelolaan RSMY saat ini.(sey)

 





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *