SPS Tunjukkan 3 Penyebab Media Cetak Redup

Oleh Tgl: February 6, 2014
IMG_4811

Perkembangan internet yang begitu pesat mau tidak mau harus disikapi dengan bijaksana. Kalau bicara factor memang tidak kita pungkiri disebabkan banyak hal

Asmono Wikan

BENGKULU – Mengakui keberadaan media online telah mencuri  hati pembaca media cetak. Direktur Eksekutif Serikat Perusahaan Pers pusat Asmono Wikan mengungkapkan hal itu disebabkan 3 faktor sehingga menyebabkan media print gulung tikar.

“Perkembangan internet yang begitu pesat mau tidak mau harus disikapi dengan bijaksana. Kalau bicara factor memang tidak kita pungkiri disebabkan banyak hal,” jelas dia, Kamis (6/2) di Santika Hotel.

Asmono mengungkapkan beberapa factor hasil analisis SPS mengapa media cetak  tidak sukai yakni banyak penerbit sudah tidak mampu menangkap keinginan pembaca, tulisan yang tua, design yang kurang menarik hingga konten yang kurang mampu menyesuaikan dengan keinginan pembaca.

“Survey kita beberapa waktu lalu memang sudah banyak tidak relevan. Masalahnya bukan hanya konten. sebab ada satu fase juga dimana banyak penerbit sudah tidak mampu menangkap keinginan pembaca,” tambahnya.

Padahal kata dia, saat ini pembaca sudah dikategorikan baru semua dengan jiwa yang lebih dekat ke teknologi, sehingga untuk memenuhi kebutuhan rasa ingin tahunya pembaca menuju ke media online atau televisi karena dinilai media online jauh lebih up to date daripada media cetak yang harus menunggu sampai keesokan hari untuk terbit.

“Ada kenyataan bahwa media cetak terlalu tua cara menulisnya, kemudian tidak menarik designnya, bahasanya terlalu tinggi, anak-anak hari ini mungkin tidak mau lagi membaca serius,” tambahnya.

Karena itu kata dia, sebagai solusi media cetak. SPS menyarankan untuk memahami keinginan pembaca sebab merubah kedigitalpun harus tetap menyesuaikan diri meski kenyataannya hampir semua media cetak di Indonesia juga memiliki versi digital.

“Persoalannya bagaimana menyajikan hal yang serius dengan cara tidak serius. Mestinya banyak cara menyakinkan mereka (pembaca-red). Dan karena itu kami menyarankan untuk membangun dengan profesionalisme,” tambahnya.(sey)

 





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *