SPS : Era Digitalisasi, Media Cetak Mulai Tidak Dilirik

Oleh Tgl: February 6, 2014
Asmono Wikan

Dan akhirnya kalah sama media online dan televisi. Sebab itulah industry media yang print tumbuh tidak sesulit masa-masa era sesudah kemerdekaan dulu

Asmono Wikan

BENGKULU – Direktur Eksekutif Serikat Perusahaan Pers pusat Asmono Wikan mengungkapkan tren digitalisasi atau online saat ini membuat segala hal yang berbau cetak sudah tidak relevan lagi sehingga bisnis media cetak mulai tidak disukai oleh pembaca.

“Era digital menghantam sana-sini sehingga industri kita (industry media cetak-red) yang kena dampaknya akibatnya media cetak mulai tidak digemari,” kata dia di Hotel Santika, Kamis (6/2) saat gelar jumpa pers HPN oleh SPS.

Lebih lanjut Asmono yang sangat tersanjung bisa menginjak bumi Rafflesia kepada awak media Bengkulu mengaku berdasarkan pantauan SPS tren online yang membuat industri percetakan meredup karena eksistensi kalah dengan media lainya terutama media online.

“Dan akhirnya kalah sama media online dan televisi. Sebab itulah industry media yang print tumbuh tidak sesulit masa-masa era sesudah kemerdekaan dulu,” tambahnya.

Lebih jauh dia mengatakan meredupnya industry media cetak itu bisa dibuktikan dengan hasil sirkulasi yang tumbuh sangat memprihatinkan yakni hanya 0,25 persen saja dari 1200 surat kabar yang ada di Indonesia.

“Industri media yang terus bertumbuh tahun ini print media sirkulasi tumbuh 0,25 persen dari 1200 surat kabar. Angka itu lebih baik penurunan kalau di Indonesia. Jika dirangkingnya ada 4 negara yang masih bisa mempertahankan media cetak meski sirkulasi korannya sangat sedikit sekali yakni India, China dan Brasil terus tumbuh korannya,” kata dia.(sey)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *