Sengketa Tapal Batas, Padang Bano Bukan Wilayah Lebong

Oleh Tgl: February 21, 2014
Imron Rosadi

Saat ini, keputusannya yang akan diterbitkan dalam bentuk Peraturan Menteri Dalam Negeri atau permendagri, sudah ada di meja menteri dalam negeri Gamawan fauzi dan hanya tinggal ditandatangani lagi

Dr. Imron Rosyadi

BENGKULU  – Sengketa tapal batas Kabupaten Bengkulu Utara dan Lebong dipastikan tidak akan lama lagi berakhir. Pasalnya wilayah kecamatan Padang bano bakal masuk wilayah kabupaten Bengkulu utara.

Hal itu berdasarkan informasi terakhir yang diterima Bupati Bengkulu Utara (BU) Dr. Imron Rosyadi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang saat ini sudah menerima berkas keputusan terkait wilayah perbatasan tersebut isinya mengungkapkan bahwa dapat dipastikan wilayah kecamatan Padang Bano bakal masuk wilayah kabupaten Bengkulu utara.

“Saat ini, keputusannya yang akan diterbitkan dalam bentuk Peraturan Menteri Dalam Negeri atau permendagri, sudah ada di meja menteri dalam negeri Gamawan fauzi dan hanya tinggal ditandatangani lagi,” ungkapanya.

Dikatakannya, keputusan tersebut berdasarkan peta kartometrik dan titik koordinat yang dibuat oleh tim dari kemendagri dan badan informasi geospasial yang merupakan badan pemerintahan di bidang survei dan pemetaan dan dalam waktu 2 atau 3 hari kedepan surat keputusan tersebut telah selesai ditandatangi oleh mendagri.

“Kalau sudah selesai, akan segera jemput ke kementerian,” ujarnya.

Menurutnya, kalau wilayah yang dikenal oleh pihak kabupaten Lebong sebagai Padang bano itu masuk Bengkulu utara, artinya tidak ada perubahan seperti selama ini.

“Memang ada beberapa bangunan yang bangun oleh pihak pemkab Lebong, namun selama ini memang Bengkulu utara yang paling tinggi intensitas pembangunannya disana dan kalau masuk Bengkulu utara, kita tetap menjalankan aktivitas seperti selama ini,” katanya.(sey)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *