SBY Harap Indonesia Kembangkan Potensi Pangan Laut

Oleh Tgl: February 23, 2014
SBY laut dan potensinya

Indonesia adalah negara kepulauan, harus mampu meningkatkan produksi pangan laut. Kita harus berkreasi dan berinovasi agar sumberdaya kelaut dapat ditingkatkan

Susilo Bambang Yudhoyono

SULSEL – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan sebagai negara kelautan sudah sepatutnya Indonesia memliki pangan produksi laut selain menyediakan pangan hasil pertanian.

“Indonesia adalah negara kepulauan, harus mampu meningkatkan produksi pangan laut. Kita harus berkreasi dan berinovasi agar sumberdaya kelaut dapat ditingkatkan,” kata Presiden SBY, Sabtu (22/2) siang.

Seperti, kata SBY mencontohkan upaya nyata Universitas Hadanuddin (Unhas), Makassar, untuk meningkatkan perekonomian melalui pengembangan sektor kelautan dan perikanan sehingga memiliki nilai tambah produksi pangan Indonesia. Selain pengembangan pangan laut, Tambak Pendidikan Hasanuddin juga mengembangkan teknologi budidaya rajungan, udang, bandeng, dan ikan nilai air laut.

“Atas nama pemerintah, negara, dan selaku pribadi, saya mengucapkan penghargaan yang setinggi-tingginya terhadap Universitas Hasanuddin yang menjadi universitas riset unggulan,” ujar SBY.

Dikatakan SBY dengan jumlah penduduk akan terus bertambah. Pemikiran inovatif dan kreatif harus digunakan dalam menyediakan bahan pangan yang lebih banyak. Oleh karena itu, lanjut SBY, kita perlu mengembangkan penelitian dan inovasi teknologi agar produksi serta produktivitas pangan meningkat.

Pada kesempatan ini SBY meninjau budidaya kepiting soka. SBY juga menerima penjelasan mengenai budi daya kepiting soka (Soft Shell Crab) dari Pof. Yushinta.  Menurutnya, sula ia hanya ingin mengantisipasi permintaan pasar internasional yang sangat tinggi terhadap kepiting cangkang lunak. Tapi proses penggantian kulit (kepiting) dilakukan dengan memotong kaki, tidak berprikehewanan

“Jadi kami dari universitas mencari jalan keluar bagaimana proses ini terjadi tanpa penganiayaan. Ternyata, di dalam bayam mengandung substansi yang merangsang pertumbuhan sehingga kepiting melepaskan kulitnya yang keras,” Prof. Yushinta, penemu budidaya kepiting soka dengan menyuntikan zat yang terdapat dalam bayam, menjelaskan.





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *