RSJKO Terima Pelayanan Pecandu Narkoba

Oleh Tgl: February 26, 2014
Rehabilitasi

Hanya saja, sering ada kekhawatiran pengguna narkoba, karena mereka biasanya takut berurusan dengan hukum. Padahal mereka hanya sebagai pengguna bukan sebagai pengedar. Selain itu konsumsinya tidak terlalu berat

Dr. Bina Ampera Bukit

BENGKULU – Kepala SRJKO Soeprapto Bengkulu Dr. Bina Ampera Bukit mengungkapkan saat ini psikiater Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Soeprapto Bengkulu menerima dan menampung pelayanan para pecandu narkoba.

“Saat ini kita telah menyiapkan psikiater untuk melayani para pecandu narkoba, sehingga kita menerima layanan para pecandu narkoba yang ingin berobat, dan berhenti menggunakan narkoba,” ujarnya, kemarin.

Bina mengungkapkan penyalahgunaan narkoba di Bengkulu sudah sangat mengkhawatirkan, karena itu konseling bagi para pecandu narkoba sangat dibutuhkan, sebab psikiater pun akan membantu memberi solusi dari keluhan para pecandu mengenai bagaimana mengatasi ketergantungan pada narkoba, terlebih pecandu narkoba, kondisinya sama seperti pasien sakit jiwa.

“Dan salah satu upaya yang kita lakukan untuk mengatasi itu, adalah dengan melakukan upaya kita sosialisasi khususnya kalangan remaja dan sekolah sekolah, bagaiamana pencegahannya dan kalau sudah terlanjur, maka bisa mengikuti program rehabilitasi,” ujarnya.

Ia mengatakan, dalam penanggulangannya, para pecandu juga ada yang dirawat inap namun ada juga yang hanya sekedar konsultasi.

Kendati demikian meski telah dibuka lebar-lebar pintu pelayanan untuk rehabilitasi, Bina mengungkapkan kesadaran pecandu untuk melakukan rehabilitasi masih sedikit.  Padahal dalam melakukan pelayanan kepada para pecandu narkoba dan untuk menanggulangi penyalahgunaan narkoba, pihaknya telah melakukan kerjasama dengan pihak BNN.

“Hanya saja, sering ada kekhawatiran pengguna narkoba, karena mereka biasanya takut berurusan dengan hukum. Padahal mereka hanya sebagai pengguna bukan sebagai pengedar. Selain itu konsumsinya tidak terlalu berat,” katanya.

Oleh karena itu, katanya, ketakutan tersebut, membuat mereka tidak berani dirawat karena takut berurusan dengan hukum.”Padahal jika sudah melakukan rehab dirumah sakit mereka akan dirawat sampai sembuh,” lanjutnya. (sey)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *