Ribuan Hektare Hutan Bengkulu Dirusak Perambah

Oleh Tgl: February 25, 2014
Hutan Rusak

Ulayat Bengkulu merilis bahwa lebih dari 53 ribu hektare hutan Bengkulu sudah dirusak para perambah dan ditinggalkan terbuka begitu saja

Frans Situmorang

BENGKULU – Koordinator Ulayat Bengkulu Frans Situmorang mengatakan ribuan hektar hutan yang berada dikawasan Provinsi Bengkulu rusak akibat tangan-tangan jahil perambah.

“Ulayat Bengkulu merilis bahwa lebih dari 53 ribu hektare hutan Bengkulu sudah dirusak para perambah dan ditinggalkan terbuka begitu saja,” katanya, kemarin.

Dikatakan dia banyak hutan yang dirambah membuat hutan-hutan di Bengkulu semakin lama semakin mengkhawatirkan.

“Ini sudah mengkhawatirkan. Dari 596.388 hektare hutan di Bengkulu, 53.345 hektare di antaranya merupakan hutan bekas tebangan dan dibiarkan terbuka,” ujarnya, kemarin.

Menurutnya, penyebab utama kerusakan hutan adalah ilegal logging dan perambah liar. Padahal jika hutan dikelola berbasis kemasyarakatan dan mereka para perambah kita jadikan ujung tombak penyelamatan hutan, kemungkinan kerusakan hutan lebih parah dapat dihindari,” jelasnya.

Karenanya saat ini pihaknya tengah menyiapkan para kader di 7 desa dampingan yaitu desa Tebat monok kabupaten Kepahiang, desa Sungai Ipuh Kabupaten Mukomuko, desa Air sulau Kabupaten Bengkulu selatan, Desa Rindu Hati Bengkulu Tengah, Desa Naga Rantai Kabupaten Kaur dan Pusat Konservasi Gajah Sebelat Bengkulu Utara yang masuk kawasan Hutan Lindung.

“Sementara program penyelamatan hutan melalui pengembangan koridor Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) dan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) melalui skema pengelolaan ekosistem hutan yang berkelanjutan. Hutan-hutan penyangga ini harus diselamatkan dari para perambah,” katanya.(sey)

 





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *