Perbesar Belanja Publik, Pemprov Percepat Pembangunan

Oleh Tgl: February 16, 2014
Logo Pemprov Bengkulu

Memang tahun ini belanja public kita besarkan. Kemudian disisi lain sejalan dengan terus melanjutkan program yang sudah dirancang pemprov Bengkulu salah satunya yaitu pembangunan jalur kereta api Muara enim-Bengkulu

Ir. Edi Waluyo, SH, MH

BENGKULU – Setelah peringatan HPN yang diharapkan mendatangkan banyak keuntungan untuk pembangunan Bengkulu. Pemprov Bengkulu begitu optimis dapat mempercepat pembangunan Bengkulu sejalan dengan langkah yang telah diambil pemprov dengan memperbesar belanja public di tahun 2014 ini.

“Memang tahun ini belanja publik kita besarkan. Kemudian disisi lain sejalan dengan terus melanjutkan program yang sudah dirancang pemprov Bengkulu salah satunya yaitu pembangunan jalur kereta api Muara enim-Bengkulu,” kata Asisten Bidang Perekonomian Dan Pembangunan Setda Provinsi Bengkulu Ir. Edi Waluyo, SH, MH, kemarin.

Konsistensi pemprov akan pembangunan kata dia, tercermin dari besarnya anggaran belanja public dimana pada tahun 2014 ini, besaran alokasi anggaran belanja publik sebesar 51 persen dari total APBD. Sedangkan untuk alokasi anggaran belanja rutin tetap berkisar dalam angka 49 persen.

Dikatakan dia dengan alokasi dana itu diharapkan mampu memaksimalkan peluang ini untuk menyusun program-program yang benar-benar pro rakyat apalagi saat ini pemprov sudah merancang pembangunan terminal Fatmawati menjadi standar internasional. Dengan tujuan yang diharapkan yaitu dapat mengembangkan interkoneksi transportasi jalan di Provinsi Bengkulu dengan jalur jalan di Provinsi Bengkulu dengan jalur jalan di provinsi Sumatera selatan.

“Dan manfaatnya yaitu dengan terhubungnya Lintas barat dan Lintas tengah Sumatera serta sebagai salah satu upaya percepatan pembangunan secara menyeluruh di Provinsi Bengkulu, yang pada akhirnya dapat memacu dan meningkatkan pertumbuhan perekonomian wilayah dan pemerataan pembangunan di provinsi Bengkulu,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, bentuk dimaksimalkannya program belanja publik yang langsung mengena kepada masyarakat adalah anggaran Jamkesprov direalisasikan secara maksimal sehingga masyarakat miskin dapat dengan mudah mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Anggaran jamkesprov telah dianggarkan sebanyak Rp. 5 miliar tahap awal dan Rp. 6 miliar tahap kedua tahun 2012 dan pada tahun 2013 6 miliar tahap 1 dan Rp. 15 miliar tahap 2,” lanjutnya.

Pada dasarnya kata Edi target kinerja 2014 adalah pertumbuhan ekonomi 6,8-7 persen, PDRB perkapita 13,5-14,3 juta, IPM 74,94-75,41-75,41, angka kemiskinan 15,09-14,18 persen, angka pengangguran 2,61-2,21 persen. Dan pada tahun terakhir RPJMD, yakni pada tahun 2015, pertumbuhan ekonomi ditarget mencapai 7persen, sementara pdrb perkapita 14,3-15,1 juta, IPM 75,41-75,88, angka kemiskinan 14,18-13,26, serta angka pengangguran 2,21-1,8 persen,” pungkasnya.(sey)

 





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *