Pemkot Optimis MoU PTM – Mega Mall Terselesaikan

Oleh Tgl: February 4, 2014
patriana-sosialinda-1

Saat ini prosesnya sedang berjalan, Pemerintah Kota sangat serius menyelesaikan persoalan ini. Kita tunggu saja, informasi terakhir kemarin dari Tim Revisi MoU masih melakukan audit BPKP

Ir. Patriana Sosialinda

BENGKULU – Tiga kali kepemimpinan kepala daerah Kota Bengkulu sejak jaman Almarhum Chalik Effendi, Ahmad Kanedi sampai kepemimpinan Helmi Hasan yang genap menjabat satu tahun ini, persoalan Memorandum of Uderstanding (MoU) atau nota kesepahaman antara PTM Mega Mall dengan Pemerintah Kota Bengkulu masih menggantung belum ada kejelasan.

Pemerintah Kota Bengkulu yang jelas-jelas sangat dirugikan dari kerjasama tersebut karena tidak mendapatkan kontribusi dari sistem bagi hasil sejak pusat perbelanjaan itu beroperasi, terkesan abai tanpa upaya tegas untuk melakukan revisi perjanjian kerjasama.

Wakil Walikota Bengkulu, Patriana Sosialinda yang dikonfirmasi bengkuluonline.com Senin, (04/02) menyatakan penyelesaian persoalan itu saat ini sedang dalam proses audit oleh BPKP Bengkulu sesuai permintaan pihak ketiga dalam hal ini manajemen pengelola usaha. Diakui penyelesaian revisi ini sudah sangat lama, namun Pemerintah Kota Bengkulu tetap optimis revisi tetap bisa dilakukan.

“Saat ini prosesnya sedang berjalan, Pemerintah Kota sangat serius menyelesaikan persoalan ini. Kita tunggu saja, informasi terakhir kemarin dari Tim Revisi MoU masih melakukan audit BPKP,” ungkap Mantan politisi DPRD Kota Bengkulu itu.

Saat ditanyakan tentang waktu penyelesaian MoU mengingat masalah ini terus berlarut dari tahun ke tahun, Wakil Walikota tidak bisa memastikan. “Kita tetap optimislah ini bisa dituntaskan,” ujarnya singkat.
Selama ini untuk penyelesaian MoU itu, Pemerintah Kota Bengkulu sudah melakukan studi banding ke beberapa daerah termasuk ke Jakarta melihat pengelolaan Pasar Senen yang kasusnya hampir sama yakni aset tanah dimiliki Pemerintah Kota Bengkulu. Namun sayangnya, untuk kontribusi Pendapatan Asli Daerah – PAD, Pemerintah Kota Bengkulu belum bisa mengadopsi sistem yang dilakukan Pemerintah Jakarta.(Fr1)




Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *