Pantau RSUD Kota, Menteri Kesehatan Hadiahkan 1 Mobil Ambulans

Oleh Tgl: February 10, 2014
Muara Bangka Hulu-20140210-02578

Setelah rumah sakit ini resmi, pemkot sudah seharusnya membangun kesepahaman dengan komponen lain yang ada di Kota Bengkulu atau sebutan lainnya adalah kota partnership

Nafsiah Mboi

BENGKULU – Menteri Kesehatan (Menkes) Indonesia, Nafsiah Mboi, Senin (10/2) meninjau pembangunan RSUD Kota Bengkulu yang sudah melakukan soft opening alias menerima rawat pasien.

Dalam sambutannya, Nafsiah yang berkesempatan memantau langsung pembangunan RSUD pertama di Kota Bengkulu ini memberikan apresiasi yang besar  kepada Pemkot Bengkulu atas dikembangnya di eks. Kantor DPRD Kota Bengkulu sebagai Rumah Sakit Daerah.

“Setelah rumah sakit ini resmi, pemkot sudah seharusnya membangun kesepahaman dengan komponen lain yang ada di Kota Bengkulu atau sebutan lainnya adalah kota partnership,” paparnya dihadapan Walikota Bengkulu H. Helmi Hasan, SE, Wawali Ir. Patriana Sosialinda dan SKPD tingkat kota lainnya.

Dikatakan Nafsiah, sudah semestinya Kota Bengkulu memiliki rumah sakit apalagi sudah lama tanah kelahiran ibu Negara Fatmawati setelah kemerdekaan 68 tahun lalu belum memiliki RSUD sendiri. Meski untuk awal, Kota Bengkulu baru memiliki rumah sakit tipe C seperti pembangunan saat ini.

“Ibu Fatmawati ibu negara yang dibanggakan dan disayangi. Saya cukup besar di zaman Soekarno dan Fatmawati dan saya tahu betapa besar pengorbanannya, saya bersyukur dan masyarakat harus berbahagia sebab walikotanya yang lebih dulu blusukan daripada kepala daerah lain sehingga mengetahui kebutuhan masyarakatnya,,” jelas dia.

Lebih jauh dia berpesan untuk bisa mengembangkan dan melakukan peningkatan layanan kesehatan di Kota Bengkulu, Pemkot dan dinas terkait harus melakukan perencaan yang matang, selain itu harus optimal mengembangkan interkoneksi dengan perusahaan yang ada di Kota Bengkulu. Sehingga bukan tidak mungkin tanpa perlu waktu lama RSUD Kota Bengkulu bisa naik TIPE B.

“Perlu ditingkatkan adalah mutu, mulai dari setiap Puskesmas harus memiliki standar kesehatannya. Tujuannya masyrakata sehat, jika sudah bisa seperti itu tipe bisa langsung niak tipe B. kuncinya buatlah  konektivitas dengan yang lain untuk bisa bekerjasama. Contohnya bekerjasama dengan jaringan telkomsel sebagai alat komunikasi sehingga masyarakay tidak dioper-oper untuk rawat,” jelasnya.

Sementara, Walikota Bengkulu H. Helmi Hasan, SE mengatakan didirikannya RSUD kota ini untuk menjawab kebutuhan warga Kota Bengkulu bahkan dalam satu tahun kepemimpinannya dengan APBD yang terbatas dirinya langsung melakukan percepatan mendirikan RSUD kota meski sudah ditunjang dengan program Jemput Sakit Pulang Sehat Pemkot Bengkulu.

“Tetapi tetap dengan kebaikan Menteri RSUD ini bisa berdiri. Satu tahun persiapan rencananya RSUD ini akan ada tambahan yakni sebnayk 4 lantai. Kita juga punya program pemerintah Kota Bengkulu untuk memaksimalkan fungsi puskesmas dengan program Jemput Sakit Pulang Sehat,” ceritanya Walikota penerima penghargaan Kota Sehat tahun lalu ini.

setelah mendengarkan arahan dari, walikota Mentri Kesehatan RI ini ditemani untuk melakukan peninjauan ruangan dan proses pelayanan yang sedang berjalan di rumah sakit sekaligus meninjau bakti social suunat massal yang melibatkan kurang lebih 20 dokter umum dan 50 anak-anak laki-laki.

Dalam kesempatan ini, Nafsiah juga memberikan 1 unit kendaraa ambulance yang dapat digunakan untuk operasional rumah sakit.(sey/Adv)

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:



Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *