Nilai Ekspor Bengkulu Turun 44,17 Persen

Oleh Tgl: February 10, 2014
batubara-1ok

ika dibandingkan dengan nilai ekspor pada periode yang sama tahun 2012 yang mencapai 268,98 juta dolar AS, atau selama setahun terjadi penurunan sebesar 42,71 persen sebab sepanjang tahun 2013 saja nilai ekspornya sebesar 154,11 juta dolar

Nurul Hasannudin

BENGKULU – Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu Nurul Hasannudin mencatat nilai ekspor Provinsi Bengkulu melalui Pelabuhan Pulai Baai selama Desember 2013 berdasarkan harga Free On Board (FOB) sebesar 8,37 juta dolar AS, atau turun sebesar 44,17 persen dibandingkan November 2013 yang mencapai 15,00 juta dolar AS.

“Jika dibandingkan dengan nilai ekspor pada periode yang sama tahun 2012 yang mencapai 268,98 juta dolar AS, atau selama setahun terjadi penurunan sebesar 42,71 persen sebab sepanjang tahun 2013 saja nilai ekspornya sebesar 154,11 juta dolar,” katanya di BPS Provinsi Bengkulu kemarin.

Dia menjelaskan ekspor Bengkulu selama Desember 2013 berasal dari kelompok bahan batu bara sebesar 7,13 juta dolar, Cangkang sawit 1,07 juta dolar, dan kayu karet 0,17 juta dolar.

Sementara kata dia jika dilihat dari dari Pelabuhan Teluk Bayur Sumatera Barat berdasarkan harga Free On Board (FOB) nilai ekspor Bengkulu sebesar 11,49 juta dolar AS dengan volume 110.813 ton yang melalui Pelabuhan SM Badaruddin Sumatera Selatan mencapai sebesar 2,62 juta dolar AS dengan volume 1.1543 ton.

“Dan yang melalui Pelabuhan Tanjung Priok DKI Jakarta mencapai sebesar 0,13 juta dolar AS dengan volume 54 ton. Dari ketiga pelabuhan tersebut produk yang diekspor adalah batu bara, Cangkang sawit, dan kayu karet serta CPO,” tambahnya.

Menurut Dia, nilai ekspor Bengluku selama Desember 2013 yang terbesar adalah ke India yang mencapai 2,31 juta dolar AS atau 27,56 persen.

kemudian negara tujuan utama ekspor Bengluku periode Januari–Desember 2013 lainnya  adalah Vietnam 1,57 juta dolar AS atau 18,78 persen, Jepang 1,27 juta dolar AS atau 15,15 persen, Italia1,07 juta dolar AS atau 12,82 persen,  Korea 0,84 juta dolar AS atau 12,82 persen, Philipina 0,59 juta dolar AS atau 7,07 persen, Malaysia 0,55 juta dolar AS atau 6,55 persen, dan China 0,17 juta dolar AS atau 2,04 persen.(sey)

 





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *