Makanan Olahan Lebih Berbahaya Ketimbang Rokok

Oleh Tgl: February 20, 2014
upclose-fast_food

Makanan ternyata punya pengaruh lebih besar terhadap kontribusi kanker ketimbang rokok. Ini dikatakan dr. Ekky M. Rahardja, MS, Sp.GK. “Jepang memiliki risiko kanker payudara terendah karena memiliki pola makan dan asupan yang sehat,” demikian kata dr. Ekky.

            Fast food, makanan olahan adalah jenis makanan yang harus diwaspadai asupannya, terutama french fries kemudian daging merah, “Kita adalah makhluk alam yang hanya mengenal molekul alam dan segala sesuatu yang asalnya dari alam juga,” jelas dr. Ekky.

            Selain jenis makanan, teknik pengolahannya juga bisa menjadi pemicu kanker. Salah satunya adalah makanan yang dibakar. Terutama yang langsung mengenai arang. Alangkah lebih baik jika makanan direbus atau dikukus atau dimasak dengan suhu yang tidak setinggi seperti yang terjadi pada makanan cepat saji (slow cooker).

            Mengonsumsi sayur-sayuran, buah terutama tomat, anggur merah dan berry dapat menurunkan risiko kanekr payudara. Mengurangi makanan berbahan pengawet dan pemanis buatan, membiasakan diri mengonsumsi teh juga sangat baik dilakukan untuk menangkal kanker.

“Kandungan katekin pada teh bisa meningkatkan detoksifikasi terutama white tea,” tambah dr. Ekky. Makanya tidak heran penduduk Asia terutama negara-negara yang terkenal dengan kebiasaan minum tehnya cenderung lebih rendah tingkat risiko kanker payudaranya. Ini ditemukan di China, Jepang dan Korea.

            Kadar vitamin D yang rendah juga bisa menurunkan risiko kanker. Sebenarnya tidak perlu mengonsumsi multivitamin untuk mendapatkan vitamin D. Konsumsilah vitamin D dari segala sesuatu yang alami. Seperti susu dan sinar matahari pagi misalnya.

Ada sebuah fakta miris yang membuat kita harus lebih awas lagi terhadap penyakit ini. Ternyata 75% – 85 % tumor payudara ditemukan saat sadar dalam arti bibit tumor itu sudah ada. Ini dikatakan oleh dr. Nina Supit, Sp.Rad, Radiologist dari Rumah Sakit Mayapada, Jakarta. Padahal seharusnya, menurut dr. Nina, kita sudah sampai pada tahap mencegah.

            Pun begitu, dr. Nina menyarankan para perempuan untuk membaca tanda-tanda tumor payudara. Pertama dengan cara mendeteksi adakah benjolan di payudara dan ketiak, kedua melihat apakah payudara simetris atau tidak, jika tidak itu harus segera diwaspadai. Ketiga, apakah puting susu mengeluarkan cairan/darah dan keempat melihat apakah terdapat penebalan pada kulit payudara, seperti kulit jeruk. (T.Alur)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *