KPU Akui Kurang Sosialisasi Karena Anggaran Terbatas

Oleh Tgl: February 23, 2014
kpu4

Memang terkendala dana, dana kita sangat terbatas. Untuk sosialisasi bukan salah satu faktor menentukan suskesnya pemilu karena masih banyak faktor lain yang membuat kita juga optimis bahwa partisipasi pemilu meningkat diantaranya adalah DPT

Irwan Syaputra

BENGKULU – KPU Provinsi Bengkulu dinilai kurang melakukan sosialisasi pemilihan umum tahun 2014 padahal pelaksanaan pesta demokrasi itu akan digelar kurang lebih 44 hari lagi.

Hal ini diungkapkan oleh Anggota MPR RI asal Fraksi Partai Golkar, Rully Chairul Azwar yang menilai KPU kurang efektif melakukan sosialisasi sehingga semarak sambut pemilu belum kelihatan di masyarakat.

“KPU harusnya mengandeng media untuk melakukan sosialisasi karena kita anggap KPU sangat minim sosialisasi ditengah masyarakat. Ada banyak cara untuk melakukan sosialisasi salah satunya mengandeng media, dan dari pantauan saya masyarakat lebih efektif tersosialisasikan melalui media terutama media elektronik seperti TV,” katanya, Sabtu (22/2) petang di Madelin Hotel, Kota Bengkulu.

Sementara menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Provinsi Bengkulu Irwan Syaputra mengatakan sosialisasi sudah dilakukan oleh pihaknya sesuai dengan jadwal dan aturan yang diberikan oleh KPU pusat. Akan tetapi diakui dia memang kurang efektif akibat terkendalanya dana yang terbatas.

“Memang terkendala dana, dana kita sangat terbatas. Untuk sosialisasi bukan salah satu faktor menentukan suskesnya pemilu karena masih banyak faktor lain yang membuat kita juga optimis bahwa partisipasi pemilu meningkat diantaranya adalah DPT, ” jelasnya.

Menurutnya sosialisasi yang dilakukan KPU akan terus berlanjut bahkan menjelang pemungutan suara pada tanggal 9 April 2014 KPU pastikan akan melakukan sosialisasi.

Mengingat DPT menjadi faktor penentu suksesnya pemilu kata dia, pihaknya melakukan penyempurnaan seoptimal mungkin.

“Akan kita lakukan penyempurnaan sesempurna mungkin karena DPT yang tidak akurat akan menjadikan jumlah pastisipasi yang real. Kalau selama ini yang menggunakan hak pilih bukan Karena mereka tidak datang ke TPS tetapi memang karena data pemilih yang tidak akurat,” paparnya.(sey)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *