KPID : Hampir Seluruh TV Lokal Bengkulu Melanggar

Oleh Tgl: February 24, 2014
Fajri Ansori

TV di Bengkulu ada 11 stasiun, TV lokal semuanya melanggar kecuali B TV

Fajri Ansori, SE

BENGKULU – Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bengkulu Fajri Ansori, SE mengatakan hampir seluruh tv lokal di Bengkulu dinyatakan melanggar aturan KPID dalam penyiaran.

“Sebagai lembaga penyiaran, saya lihat hampir seluruh lembaga penyiaran melanggar,” katanya, disela-sela sosialisasi dan pemantauan iklan kampanye pemilu pada lembaga penyiaran di Bidadari Hotel.

Menurut Fajri, dari 11 stasiun televisi yang penyiarannya masuk di Bengkulu 4 diantaranya adalah stasiun televisi lokal yakni Bengkulu TV (BTv), Rakyat Bengkulu TV (RBTv), Esa Tv, dan BE TV merupakan stasiun Tv lokal. Dan 3 diantaranya  dinyatakan melanggar sebab menampilkan 4 unsur aturan kampanye.

“TV di Bengkulu ada 11 stasiun, Tv lokal semuanya melanggar kecuali B TV,” jelasnya.

Sementara untuk radio pihaknya mengatakan sudah menemukan 3 penyiaran radio yang memuat iklan kampanye dan dinyatakan melanggar. Menurutnya sudah banyak iklan kampanye yang ditampilkan secara diam-diam alias terselubung, dan ada banyak temuan kata dia, pelanggaran terjadi pada 4 unsur yang sudah disepakati bersama dalam penerbitan iklan kampanye yakni setiap calon legislatif yang beriklan dilarang mencantumkan atribut partai, daerah pemilihan, nomor urut calon, biodata, visi-misi.

“Jangankan memuat seluruh 4 unsur tersebut, memuat satu aja dari 4 unsur itu dinyatakan melanggar, kalau caleg dari sisi PKPI no 15 tahun 2012 kalau dari sisi kita aturannya sudah jelas,” jelasnya.

Karena itu kata dia, pihaknya tidak segan-segan memberikan teguran dengan jenjang teguran pertama yakni teguran biasa, teguran kedua penyiaran dihentikan sementara, kemudian teguran ketiga karena melanggar lagi akan direkomendasikan izin penyiaran stasiun Tv untuk dicabut. Meskipun saat ini masih dalam proses penindaklanjutan temuan.

“Karena belum masuk masa kampanye, jadi tidak boleh menayangkan iklan caleg dengan 4 unsur tersebut. Saat ini masih akan kita kaji dan akan kita lihat. Kita tidak segan-segan menegur,” terangnya.

Selain iklan kampanye parpol dan caleg, temuan lain KPID kata Fajri adalah tayangan yang memperolokan ras daerah lain.

“Ada salah satu stasiun Tv melanggar pelecehan ras ini. Contohnya menjelekkan suku satu dengan suku lain dengan menggunkan bahasa untuk memperolok-olok, sekarang juga masih kita kaji,” demikian Fajri.(Sey)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *