Kontroversi, Helmi Hasan : Shalat Berjamaah Tidak Melanggar Aturan

Oleh Tgl: February 14, 2014
Shalat Berjamaah Berhadiah

Karena tidak ada persoalan, UUD tidak dilanggar, aturan agama juga tidak dilanggar

H.Helmi Hasan, SE

BENGKULU – Terkait kontroversi dan banyaknya cibiran akan shalat jamaah berhadiah yang diterapkan Pemkot Bengkulu. Walikota Bengkulu H.Helmi Hasan, SE mengungkapkan tidak ada yang aturan yang dilanggar dari kebijakan yang sudah menjadi isu nasional itu.

“Karena tidak ada persoalan, UUD tidak dilanggar, aturan agama juga tidak dilanggar,” katanya di Kantor Kelurahan  Jitra, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu, Jum’at (14/2) sore.

Menurut Helmi, reward shalat berjamaah berupa haji, umrah, mobil dan hadiah manarik lainnya ini hanyalah sebuah motivasi untuk masyarakatnya. Karena dinilai lebih efektif untuk mengajak seseorang beribadah.

Dan kata dia dalam menerapkan kebijakan ini, dirinya sudah melakukan musyawarah bahkan izin dari MUI dan Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Bengkulu Drs.H.Mukhlisuddin, SH.MA, sudah dikantongi oleh dirinya untuk program yang sudah dilaunching Rabu (12/2) lalu.

“Kebijakan ini bukan walikota asal terapkan tetapi sudah dimusyawarahkan dengan MUI, Kandepag, TNI, pihak kepolisian sekalipun sudah kita ajak koordinasi, dan mereka sudah setuju akan program itu,” tuturnya.

Terkait kritikan kalangan yang mengkhawatirkan shalat berjamaah berhadiah dapat mengaburkan niat ibadah. Dirinya menganggap santai kritikan tersebut, sebab menurutnya sebagai manusia tidak ada yang tahu niat dalam hati seseorang, dan kalau sudah beribadah pasti niatnya karena Allah.

“Alat pengukur niat ibadahkan tidak ada, tidak benar itu.  Dan sebelum shalat mereka niatnya pasti sengaja aku niat shalat dzuhur berjamaah karena Allah, bukan karena Innova dan haji,”terangnya.(sey)


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:



Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *