Ketika Tokoh Wayang Jadi Musisi Rock

Oleh Tgl: February 28, 2014
wayang-orang-rock

Bahasa yang digunakan adalah bahasa sehari-hari, bahkan pakaian yang digunakan pun berbeda dari pakaian wayang yang sering dikenakan pada umumnya

Arie Dagienk

Jakarta – Wayang merupakan salah satu warisan budaya kebanggaan Indonesia yang memiliki filosofi yang tinggi. Titimangsa Foundation meramunya dengan memasukan konsep kekinian dari musik rock ke dalam kisah wayang dalam sebuah pementasan wayang kontemporer bertajuk “Wayang Orang Rock Ekalayapada Sabtu, 15 Maret 2014 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.

“Kami sangat mendukung insan-insan kreatif yang memiliki keinginan untuk mengangkat kekayaan budaya Indonesia khususnya wayang dengan memasukan unsur kekinian dan musik yang lebih universal dan bisa dinikmati oleh kalangan masyarakat yang lebih luas lagi, sesuai dengan komitmen dan misi Djarum Apresiasi Budaya,” kata Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation yang menjadi salah satu pendukung acara ini.

Konsep dan tujuan pementasan “Wayang Orang Rock Ekalaya” ini memang selaras dengan misi Djarum Apresiasi Budaya untuk meningkatkan kecintaan dan apresiasi masyarakat terhadap karya seni dan budaya Indonesia khususnya seni pertunjukan agar bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri.

WAYANG ORANG ROCK EKALAYA

WAYANG ORANG ROCK EKALAYA

Dalam “Wayang Orang Rock Ekalaya”, ada beberapa properti dalam cerita wayang yang dikolaborasikan dengan unsur musik, seperti panah diganti dengan gitar. Ekalaya dan Arjuna akan bertarung yang dalam pementasan ini diibaratkan dengan jamming gitar.

Beberapa elemen multimedia pun ditambahkan seperti hologram agar pementasan ini terwujud sebagai pementasan yang mengusung unsur kekinian dengan menggabungkan kesenian tradisi dan teknologi digital.

“Bahasa yang digunakan adalah bahasa sehari-hari, bahkan pakaian yang digunakan pun berbeda dari pakaian wayang yang sering dikenakan pada umumnya,” ujar Arie Dagienk sang sutradara.

Musik yang menjadi kekuatan dalam pementasan “Wayang Orang Rock Ekalaya” merupakan racikan dari Bontel “Float” dan Nanang Hape yang dipercayakan untuk mengolah musik rock n roll yang dipadukan dengan alunan tradisional gamelan.

WAYANG ORANG ROCK EKALAYA (1)

WAYANG ORANG ROCK EKALAYA

Para penonton akan diajak bernostalgia dengan beberapa lagu rock n roll yang everlasting dari musisi rock dunia seperti Led Zeppelin, The Beatles dan Elvis Presley. Happy Salma sebagai produser mengaku bangga dapat menghadirkan sebuah suguhan seni budaya dalam konsep kontemporer unik dan berbeda.

“Saya menikmati segala proses yang telah kami matangkan ini dengan satu keyakinan bahwa dengan penyampaian yang universal dan konstektual “Wayang Orang Rock Ekalaya” akan menjadi sebuah pertunjukan yang sangat berbeda dan mengesankan,” ceritanya.

Sophia Latjuba Mueller, Stevie Item dari Andra and The Backbone, Jikun dari /rif Otong dari Koil, Seringai, The Brandals, Candil, Iwa K, Hilbram Dunar, Roxx, Leonardo and His Impeccable Six, WOR Head Band, dan Adrian Adioetomo adalah sebagian musisi yang terlibat dalam pertunjukan wayang ini. (T. Alur)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *