Ini Konsep Dan Visi Dibalik Kontroversi Shalat Berhadiah

Oleh Tgl: February 15, 2014
Shalat-dzuhur-berhadiah

Gagasan 8 tekad Kota Bengkulu, yang salah satunya tekad Bengkulu Religius adalah semangat baru untuk memakmurkan masjid dan meningkatkan amal ibadah seluruh penduduk Bengkulu baik yang muslim maupun non muslim, tentu dengan syariat masing-masing

Dempo Xlera

BENGKULU – Bicara kontroversi dan kritikan program dzuhur berjamaah  berhadiah yang baru beberapa hari diluncurkan oleh Walikota Bengkulu H. Helmi Hasan, SE. Ada hal yang menarik yang belum diketahui masyarakat akan konsep dan visi shalat berjamaah tersebut. Berikut ulasan dari orang terdekat Walikota Bengkulu, Dempo Xler, Sabtu (15/2) siang.

Dempo bercerita ide tersebut diawali pada Hari Rabu jam 12.00 WIB di Masjid At Taqwa Kota Bengkulu, di sebuah masjid besar dan megah. Sekitar 1 tahun yang lalu ketika waktu sholat baik Magrib maupun Subuh ataupun Zuhur jamaah terlihat sepi tidak sampai satu saf sholat. Pada waktu itu menurutnya yang sholat pun hanya orang-orang yang sudah lanjut usia bahkan tempat mengambil wudhu dan WC juga terlihat kumuh. Sedikitpun tidak ada aura kekuatan umat di masjid yang megah itu.

Dari sebuah kegelisahan dan kerisauan seorang Helmi Hasan cerita Dempo, yang pada tanggal 21 Januari 2013 di daulat menjadi pemimpin Kota Bengkulu. Kegelisahan yang sering beliau utarakan saat berdiskusi dan kecemasan beliau akan kondisi umat di negeri ini. Membuat beliau melahirkan gagasan-gagasan cerdas dan visioner untuk umat.

Helmi Hasan tutur Dempo telah melakukan perjalanan panjang selama 9 jam satu hari selama 3 bulan sepanjang tahun 2012, berjalan kaki ke seluruh gang-gang di Kota Bengkulu. Melihat kehidupan masyarakat, baik ekonomi, sosial, dan kondisi masjid di Kota Bengkulu.

“Gagasan 8 tekad Kota Bengkulu, yang salah satunya tekad Bengkulu Religius adalah semangat baru untuk memakmurkan masjid dan meningkatkan amal ibadah seluruh penduduk Bengkulu baik yang muslim maupun non muslim, tentu dengan syariat masing-masing,” kata Wakil Sekretaris DPW PAN Bengkulu ini.

Ketua KNPI Kota Bengkulu menambahkan dari hasil perjalanan panjang itulah diketahui ada lebih dari 300 Masjid dan Mushola yang berdiri kokoh setiap tahun selalu berdiri masjid baru di Kota Bengkulu namun tidak dimanfaatkan umat.

Menurutnya masyarakat Bengkulu memang sangat gemar membangun rumah ibadah namun belum begitu gemar memakmurkan rumah ibadah tersebut. Kegelisahan seorang pemimpin bahwa nanti akan dimintai pertanggungjawaban oleh yang maha kuasa telah membuat walikota Helmi Hasan berfikir keras mencari solusi untuk umat.

“Kemudian lahirnya ide gagasan bengkel iman, dimana program ini berbentuk iktikaf selama 3 hari di masjid setiap bulan untuk jajaran birokrasi dan masyarakat. Bengkel iman ini berisi pembelajaran cara hidup, cara berbuat, cara beribadah dan dan berfikir sesuai dengan sunah Nabi Muhammad S.A.W. Setiap yang telah mengikuti bengkel iman ini diharapkan mampu mengaplikasikannya dlm cara kerja melayani masyarakat,” terangnya.

Lebih lanjut Dempo mengatakan setiap yang telah mengikuti bengkel iman ini diharapkan mampu mengaplikasikannya dalam cara kerja melayani masyarakat dan berbuat bekerja tidak hanya mencari materi akan tetapi juga sebagai ladang ibadah. (serli/bersambung)


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:



Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *