Gub : Media Dilarang Tayangkan Korban Kekerasan

Oleh Tgl: February 2, 2014
Gubernur

Miris sekali kadang kalau nonton dan baca. Korban pelecehan sudah menjadi korban disorot-sorot terus diri dan keluarganya. Saya minta ini menjadi pelajaran dan media lebih memperhatikan itu

H. Junaidi Hamsyah, S.Ag.,M.Pd

BENGKULU – Gubernur Bengkulu H. Junaidi Hamsyah, S.Ag.,M.Pd mengingatkan sekaligus meminta media-media baik cetak maupun eletronik di Provinsi Bengkulu untuk menyiarkan informasi sesuai prosedur. Terkhusus melindungi korban akibat pelecehan seksual.

“Miris sekali kadang kalau nonton dan baca. Korban pelecehan sudah menjadi korban disorot-sorot terus diri dan keluarganya. Saya minta ini menjadi pelajaran dan media lebih memperhatikan itu,” kata Junaidi beberapa waktu lalu.

Menurut Junaidi media baik cetak dan elektronik harus melindungi korban pelecehan seksual terutama anak yang masih berusia di bawah 18 tahun. Apalagi kata Junaidi, hal itu sudah diatur dalam Pedoman Prilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran untuk media pertelevisian dan etika pemberitaan untuk media cetak.

“Jangan korbannya yang disorot. Misalnya ada gadis misalnya berinisial Z yang menjadi korban pemerkosaan. Tiap hari foto Z muncul terus di koran dan televisi. Selain itu alamat dia juga muncul. Jadi yang semakin terpuruk kan korbannya,”kata Junaidi.

Selama ini kata Junaidi, Media di Bengkulu keseringan menyorot korban sehingga tayangan itu akan memberikan dampak luar biasa terhadap korban pelecehan dan keluarganya.

“Dampaknya korban bisa saja menjadi cibiran teman-temannya dan psikologisnya akan terganggu,” papar junaidi.

Berangkat dari situ Junaidi meminta media untuk memberikan tayangan yang mendidik. “sebuah media  diharapkan memberikan informasi sekaligus mengedukasi masyarakat bukan justru menyajikan hal-hal yang keliru berkali-kali dan diulang-ulang,” katanya.

Jika perlu kata Junaidi, Media banyalah menyorot tersangkanya agar menimbulkan efek jera untuk tidak melalukan tindakan yang tidak senonoh dan melanggar nilai dan norma kehidupan itu.(sey)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *