Energi Alternatif, BLH Manfaatkan Tinja Jadi Biogas

Oleh Tgl: February 19, 2014
Tinja Biogas

Mengingat jika terus bergantung kepada bahan bakar gas elpiji dan minyak tanah, selain harganya semakin mahal dan persediaannya juga dimasa mendatang kian terbatas

Iskandar ZO

BENGKULU – Tingginya harga minyak tanah dan langkanya gas elpiji saat ini membuat BLH Provinsi Bengkulu berpikir maju kedepan untuk menciptakan energy alternatif, bahkan dari kotoran manusia atau tinja sekalipun.

Hal ini diungkapkan Kepala BLH Provinsi Bengkulu Iskandar ZO bahwa pihaknya saat ini tengah mengembangkan program pemanfaatan gas metan yang bersumber dari tinja manusia, sebagai bahan bakar alternatif pengganti gas dan minyak tanah.

“Mengingat jika terus bergantung kepada bahan bakar gas elpiji dan minyak tanah, selain harganya semakin mahal dan persediaannya juga dimasa mendatang kian terbatas,” jelasnya, kemarin.

Dikatakan dia pemanfaatan gas metan dari tinja manusia ini lebih bersifat ekonomis, persediaannya tidak terbatas dan tidak merusak lingkungan. Dan kotoran manusia ini dapat diolah menjadi biogas bahkan kualitas biogas ini tidak kalah dari kualitas gas elpiji.

“Sebagai wujud dimulainya program tersebut, pemerintah Provinsi Bengkulu telah menyurati beberapa pondok pesantren yang ada di Bengkulu, agar bisa mencoba untuk memanfaatkan gas metan yang bersumber dari tinja manusia, sebagai pengganti bahan bakar untuk memasak dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Disamping menyurati beberapa pondok pesantren yang ada di Bengkulu, dijelaskannya, pihaknya juga meminta pihak pengembang perumahan agar dapat membuat pembuangan gas metan untuk 1 komplek perumahan, dalam 1 pembuangan.

Apalagi, katanya, pihak LIPI juga telah menyatakan kesiapannya untuk membantu dalam penyediaan alat pemanfaatan gas metan dari tinja manusia, menjadi sumber bahan bakar. Dengan adanya 1 pembuangan tersebut, katanya, akan bisa dimanfaatkan melalui alat yang telah dibuat pihak LIPI dan dibantu oleh Pemerintah Daerah setempat.(sey)

 

 

 

 





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *