Enam Sungai Di Kab/kota Bengkulu Dinyatakan Tercemar

Oleh Tgl: February 25, 2014
Sungai Tercemar - Ambil Internet

Sungai-sungai itu yakni Sungai Air Bengkulu di Kota Bengkulu dan Sungai Nalas di Kabupaten Seluma yang menjadi sumber air minum PDAM Bengkulu, kemudian Sungai Air Padang Guci di Kabupaten Kaur, sungai Air Manna di Kabupaten Bengkulu Selatan, Air Selagan di Kabupaten Mukomuko dan Air Masnau di Kabupaten Lebong

Gunggung Senoaji

BENGKULU – Enam aliran sungai yang berada diwilayah Provinsi Bengkulu dinyatakan tercemar. Dikatakan Ketua Tim Percepatan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bengkulu Gunggung Senoaji sesuai dengan penelitian yang dilakukan pihaknya tahun 2013 lalu, beberapa sungai yang tersebar di Kota dan Kabupaten serta menjadi sumber air bersih dan air minum warga dinyatakan tercemar zat-zat berbahaya untuk kesehatan.

“Sungai-sungai itu yakni Sungai Air Bengkulu di Kota Bengkulu dan Sungai Nalas di Kabupaten Seluma yang menjadi sumber air minum PDAM Bengkulu, kemudian Sungai Air Padang Guci di Kabupaten Kaur, sungai Air Manna di Kabupaten Bengkulu Selatan, Air Selagan di Kabupaten Mukomuko dan Air Masnau di Kabupaten Lebong,” katanya dalam Lokakarya Wartawan Meliput Perubahan Iklim yang diselenggakan Lembaga Pers Dr. Soetomo dan Kedutaan Besar Norwegia, di Hotel Santika, Kota Bengkulu, Selasa (25/2).

Gunggung mengatakan pencemaran terbesar disebabkan limbah dari sampah rumah tangga dan kotoran manusia yang dibuang sembarangan di aliran sungai sehingga menyebabkan bakteri E Coli berkembang biak.

“Selain itu juga terdapat zat kimia berbahaya yang mengandung zat besi, almunium, minyak dan lemak disamping bahan-bahan yang ditimbulkan dari sampah lainnya yang sulit untuk didaur ulang atau dibersihkan dari air,” papar, Dosen Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Unib ini.

Bahkan yang lebih membahayakan lagi kata Gunggung untuk pengolahan air PDAM sendiri hanya diberikan tawas yang berfungsi untuk menjernihkan air namun tidak menjadi penertralisir air dari efek dan bahaya zat-zat kimia yang terkandung didalamnya.

Selain karena pencemaran akibat sampah dan kotoran manusia,  sebagian besar limbah yang terkandung dalam aliran sungai khususnya di Sungai Air Bengkulu juga diakibatkan limbah pabrik pengolahan karet di bagian hulu sungai.

“Semua zat-zat berbahaya ini menyebabkan Air Sungai Bengkulu sebenarnya dinyatakan tidak layak untuk air minum dan dikonsumsi pelanggan,” terangnya.

Diakui Gunggung  pada saat dirinya memantau lokasi aliran sungai bersama 13 Anggota DPRD Provinsi Bengkulu para wakil rakyat bahkan berniat untuk tidak menggunakan air PDAM Bengkulu lagi terutama untuk kebutuhan air minum dan memasak  karena kondisi air yang kotor dengan kandungan lumpur tinggi.

“Sebagai antisipasi semakin tercemarnya aliran sungai khususnya yang menjadi sumber air minum warga diharapkan tidak membuang sampah dan kotoran di sungai serta menjaga Daerah Aliran Sungai – DAS setempat tetap terjaga dan lestari,” tutupnya.(Sey)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *