Duh.. Hanya 6 Kabupaten/Kota Miliki TPA

Oleh Tgl: February 25, 2014
Sampah 2

Yaitu di kota Bengkulu dengan produksi sampah 156 ton per hari, Kepahiang 25,5 ton, Rejang lebong 24 ton, Muara aman 35 ton dan Arga makmur 24 ton produksi sampah per hari

Dr. Gungung Senoaji, S.HUT, MP

BENGKULU  – Ketua tim percepatan penurupan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bengkulu Dr. Gungung Senoaji, S.HUT, MP, mengungkapkan bahwa dari 9 kab dan 1 kota yang ada di Provinsi Bengkulu hanya 6 kabupaten/kota di provinsi Bengkulu yang  telah memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Di Bengkulu kata dia, meski ada 6 kabupaten/kota yang sudah ada TPA, tapi hanya ada 5 TPA yang sudah menerapkan sistem semi control land fill atau pengolahan sampah berkelanjutan.

“Yaitu di kota Bengkulu dengan produksi sampah 156 ton per hari, Kepahiang 25,5 ton, Rejang lebong 24 ton, Muara aman 35 ton dan Arga makmur 24 ton produksi sampah per hari,” jelasnya, Selasa (25/2) di Hotel Santika.

Namun, dari daerah itu juga TPA di Bengkulu selatan masih menggunakan sistem open dumping dengan produksi sampah 22,5 ton per hari.

“Sistem tersebut, hanya menimbun sampah di lokasi TPA dan tidak dilakukan penimbunan seperti di TPA dengan sistem semi control dumping, sehingga sampah yang membusuk akan menguap dan menghasilkan gas metan ke udara,” jelasnya lagi.

Disisi lain, katanya, dari 5 TPA yang menerapkan sistem semi control land fill, hanya ada 1 TPA yang rutin ditimbun sampahnya.
“Yaitu TPA di Kepahiang, yang biasanya rutin menimbun sampah paling tidak 5 kali dalam 1 tahun. Sementara TPA yang lain masih belum ada pengolahan yang baik, dan penimbunan hanya dilakukan jika ada anggaran atau alokasi pengolahan sampah saja,” lanjutnya.

Dan untuk Kabupaten Kaur kata dia saat ini masih tahap pembuatan TPA. “Yang kami bingungkan kemana daerah-daerah yang belum punya TPA itu buang sampah ?,” jelas dia.

Akibat tidak adanya TPA, maka sampah-sampah sangat rentan menyebabkan kerusakan lingkungan karena regulasi sampahnya tidak jelas. Padahal dengan sistem pengolahan sampah yang tepat, seharusnya Provinsi Bengkulu dapat mebantu mengurangi terbentuknya emisi GRK. Sebab secara nasional, pemerintah pusat telah berkomitmen untuk mengurangi GRK sebesar 21 persen hingga tahun 2020.

“Selain itu, sampah yang dibuang sembarangan, juga menjadi salah satu penyebab meningkatnya emisi Gas Rumah Kaca (GRK), karena sampah menyebabkan munculnya gas metan atau CH4 di udara,” Demikian.(Sey)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *