Direktur LPDS Prihatin Profesi Wartawan Disalahgunakan Oknum

Oleh Tgl: February 27, 2014
Priyambodo RH

Kami sering menemukan beberapa kasus pemerasan oleh sejumlah oknum yang mengaku seorang jurnalis dan setelah kami dalami ternyata oknum tersebut setelah di lakukan penyidikan tidak terkait sama sekali dengan media apapun

Priyambodo RH

BENGKULU – Direktur Eksekutif Lembaga Pers Dr Soetomo Priyambodo RH mengaku sangat prihatin dengan maraknya kasus pemerasan yang dilakukan oknum-oknum yang mengaku berprofesi sebagai wartawan.

“Kami sering menemukan beberapa kasus pemerasan oleh sejumlah oknum yang mengaku seorang jurnalis dan setelah kami dalami ternyata oknum tersebut setelah di lakukan penyidikan tidak terkait sama sekali dengan media apapun,” katanya.

Sayangnya kata dia, kasus pemerasan tersebut tidak hanya terjadi di kota-kota besar namun juga seringkali terjadi didaerah hampir di seluruh Indonesia tak terkecuali Provinsi Bengkulu bahkan menurut Priyambodo, Bengkulu salah satu daerah yang juga sangat banyak terjadi kasus tersebut.

“Tidak bisa di pungkiri jika di sini (Bengkulu) juga seringkali terjadi kasus dugaan tindakan pemerasan oleh oknum tertentu kepada pejabat daerah,” katanya.

Menurut alumni International Institute for Journalism (IIJ) di Berlin ini, jika kasus tersebut memang dari para jurnalis media. Lembaga media bisa memberikan pendampingan atau advokasi ketika muncul  masalah seperti penyalahgunaan profesi sayangnya oknum-oknum yang mengaku itu bukan profesi aslinya.

Karena itu, untuk menghindari orang-orang yang mencoba mencari keuntungan dengan mengatasnamakan sebagai wartawan, ia berharap adanya wawasan kejurnalisan masyarakat Bengkulu. Karena masyarakat harus paham jika seorang wartawan bukanlah seorang pemeras melainkan penyampai informasi dan perantara.

“Seharusnya ada wadah buat masyarakat untuk belajar apa itu jurnalis apa itu wartawan agar kiranya mereka menemukan ada seorang yang melakukan tindakan pemerasan maka mereka akan memahami lansung tampa perlau takut melapor ke penegak hukum,” Demikan.(sey)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *