Dewan Pers : Pemilu, Media Online Meningkatkan Partisipasi Publik

Oleh Tgl: February 7, 2014
Rieke-300x336 copy

Media itu sebagai objek saya menyampaikan gagasan saya. Ditengah orang yang mengganggap politisi dari dunia hiburan tidak kompeten disitulah pentingnya saya meletakkan media online

Rieke Diah Pitaloka

BENGKULU – Salah satu Dewan Pers Nezar Patria mengungkapkan kecenderungan masyarakat saat ini yang sulit lepas dengan teknologi dan boomingnya media social dewasa ini mendorong para caleg untuk melek media social untuk mengikat hati pemilih pada pemilu 9 April 2014 mendatang.

“Diakui memang saat ini diera digitalisasi televisi dan media online lah yang paling ngetren,” katanya dihadapan awak media pada workshop peliputan pemilu media online, Jum’at (7/2) di Gedung Magister Manajemen Unib.

Dikatakan Nezar pada workshop dengan tema peran dan independensi dalam menyingkirkan ungkapan kebencian dari media massa ini. Pemilih masa kini berbeda dengan pemilih masa sebelumnya karena pengaruh perkembangan teknologi sehingga media social bisa dipakai untuk mengukur elektabilitas.

“Dewasa ini dari survey bahwa 94 persen dari warga Indonesia pengakses internet dan social media pun semakin penting digunakan politisi untuk melihat elektebilitasi,” tambahnya.

Karena kata dia, media social dan media online memiliki peran penting untuk meningkatkan partisipasi publik untuk meningkatkan hak-hak demokrasi karena media punya hak untuk meningkatkan partisipasi public sehingga dengan kemampuannya yang bisa memberikan umpan balik dapat mengukur apa saja apresiasi warga dan dapat didengar oleh para kandidat.

“Dan saat ini banyak sekali para caleg mempromosikan diri lewat jejaring social bahkan sosok pun bisa terkenal luas karena sering dipublikasikan di media online. Ini tidak masalah karena kita menyesuaikan dengan perkembangan zaman sekaligus merangkul pemilih pemula,” paparnya.

Sementara politisi Rieke Diah Pitaloka mengungkapkan bahwa media online merupakan objek untuk menyampaikan gagasan-gagasan yang ingin ia sampaikan. Dari medialah masyarakat bisa menilai dirinya sebagai politisi yang bisa dipercaya rakyat sekaligus meluruskan pemikiran masyarakat akan buruknya citra politisi yang berasal dari dunia hiburan.

“Media itu sebagai objek saya menyampaikan gagasan saya. Ditengah orang yang mengganggap politisi dari dunia hiburan tidak kompeten disitulah pentingnya saya meletakkan media online,” tuturnya.(sey)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *