Datangi Kejati, Puskaki Minta Penyumbang Hadiah Shalat Berjamaah Diusut

Oleh Tgl: February 20, 2014
Melyan

Salat berjemaah ini dengan hadiah ini, rentan. Karena itu kami dari Puskaki bukan ingin meributkan tentang haram tidak haramnya salat berjemaah. Tapi kami ingin melihat dari sisi penyumbang hadiahnya

Melyansori

BENGKULU – Pro kontra Program Bengkukulu Ku Religius Pemkot Bengkulu terus bergulir. Kali ini kontra datang dari Pusat Kajian Anti Korupsi Bengkulu (PUSKAKI) yang angkat bicara dengan mengelar hearing ke Kejati Bengkulu untuk mengusut penyumbang hadiah dalam shalat berjamaah karena dinilai sudah menyalahi aturan, Kamis (20/2) siang.

PUSKAKI yang diawaki oleh Melyan Sori mengatakan tujuan pihaknya mendatangi Kejaksaan Tinggi Negeri Bengkulu ini adalah untuk meminta penyelidikan lebih lanjut akan penyumbang hadiah salat berjemaah berhadiah ini.

“Salat berjemaah ini dengan hadiah ini, rentan. Karena itu kami dari Puskaki bukan ingin meributkan tentang haram tidak haramnya salat berjemaah. Tapi kami ingin melihat dari sisi penyumbang hadiahnya,” kata Melyan.

Didampingi anggotanya Faturahman dan Yasir Arafat. Melyan mengatakan bahwa sumbangan yang diberikan kalangan tertentu bisa dikategorikan tindak dan bentuk korupsi (Gratifikasi-red) apalagi jika si peyumbangkan akan berkecipung didunia politik dan pemerintah Bengkulu.

“Seperti kita lihat dibeberapa media, kalau penyumbangnya itu dari berbagai kalangan, seperti pengusaha, pejabat dan ada juga yang dari petinggi luar daerah Bengkulu. Disini bisa kita lihat apa motif dari para pemberi hadiah itu maksud dan tujuannya apa ?. Seperti Bupati Musi Rawas yang kabarnya ditahun 2015 ingin mencalonkan diri sebagai gubernur di bengkulu,”jelas Melyan.

Menyikapi hal tersebut pihak Kejaksaan Tinggi ( Kejati ) melalui Asintel Kejati Marihot Silalahi,SH menjelaskan sejauh Kejati telah melakukan pemeriksaan akan tetapi pihaknya belum bisa menarik kesimpulan terhadap penyumbang hadiah itu.

“Sebelum Puskaki kesini, kami sebenarnya sedang mempelajari dan mendalami salat berjemaah berhadiah ini, tetapi pihak kami belum menyimpulkan. Dari data yang kami peroleh sejauh ini pihak kejati telah melakukan full data faktur dengan dugaan kemungkinan adanya data gratifikasi.  Kami juga telah melakukan pemeriksaan terhadap masalah ini dan baru satu orang yang telah menjalani pemeriksaan,”jelasnya. (cw1)


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:



One Comment

  1. Melyan Sori

    February 20, 2014 at 22:27

    mantabz kawan

Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *