Cahaya Dari Timur : Beta Maluku

Oleh Tgl: February 9, 2014
pressconference-Cahaya-Dari-Timur-Beta-Maluku

Ini adalah penantian saya yang panjang....

Angga D.Sasongko

JAKARTA – Setelah Hari Untuk Amanda (2010), sutradara Angga D. Sasongko kembali menghangatkan dunia perfilman Indonesia dengan film terbarunya Cahaya Dari Timur Beta Maluku yang Minggu (9/2) menjalani pengambilan gambar terakhir di Jalan Malaka Kawasan Kota Tua, Jakarta. “Memang sengaja di kawasan ini yang cukup menggambarkan Tulehu, Ambon saat pecah konflik pada tahun 2000-an,” jelas Angga.

Ya, Cahaya Dari Timur: Beta Maluku adalah kisah nyata dari Sani Tawainella, mantan pemain sepak-bola yang berasal dari Tulehu, Ambon. Sempat mewakili Indonesia pada Piala Pelajar Asia tahun 1996 di Brunai Darussalam.

Film ini berkisah tentang Sani yang setelah gagal menjadi pemain profesional, dia memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya dan menjadi tukang ojek. Namun situasi Maluku yang memanas kala itu membuat Sani terpanggil untuk mengumpulkan anak-anak di Tulehu dan melatih mereka bermain bola. Supaya menghindarkan anak-anak tersebut dari konflik.

“Saya sangat tertarik bermain dalam film ini karena diangkat dari kisah nyata. Dan setelah bermain film ini saya banyak mengerti bagaimana sebenarnya karakter orang Ambon, walau di luar kasar namun di dalamnya perasa,” ujar Chico Jericho yang berperan sebagai Sani Tawainella. Tidak hanya belajar seluk-beluk bola, Chico juga harus mempelajari bahasa Ambon dan terutama menggelapkan kulit dan mengikalkan rambutnya. Saya sangat menikmati proses syuting ini, malah suka kebawa-bawa kalau lagi ngobrol biasa,” tambah Chico soal dialek Ambon yang digunakannya saat syuting.

shooting-film-Cahaya-Dari-Timur-Beta Maluku

Pengambilan gambar Film Cahaya Dari Timur: Beta Maluku di Jalan Malaka Kawasan Kota Tua, Jakarta (T.Alur/BO)

Selain Chico, film yang bakal ditayangkan di bioskop Juni 2014 ini juga melibatkan Jajang C.Noer, Shafira Umm, Ridho “Slank” dan Glenn Fredly. Selain memproduseri film ini, Glenn juga terlibat dalam pembuatan soundtrack film ini. Angga D. Sasongko menemukan cerita Sani Tawainella pada tahun 2009 dan bersama Glenn Fredly mempersiapkan film ini kurang lebih empat tahun.

Total syuting kurang lebih 40 hari sejak 17 Desember 2013 sampai 7 Januari 2014 di Jakarta kemudian pindah lokasi ke Tulehu 7 Januari hingga 2 Februari 2014. “Ini adalah penantian saya yang panjang,” aku Angga D.Sasongko yang setelah Cahaya Dari Timur: Beta Maluku, sedang mempersiapkan dua film lain, satu film dengan tema olahraga satu lagi film yang diangkat dari cerpennya Dee–Filosofi Kopi. (T.Alur)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *