BPPT Bengkulu Kembangkan “Vertiminaponik” Untuk Lahan Terbatas

Oleh Tgl: February 22, 2014
Sistem Tanam + Perikanan

Integrasi ini dapat dikembangkan pada lahan pekarangan dengan luasan terbatas Terdapat sejumlah keunggulan dengan sistem budidaya tersebut antara lain hemat air, hemat lahan, budidaya secara organik, hemat media tanam dan air menjadi kaya oksigen

Ahmad Damiri

BENGKULU  – Penyuluh Pertanian BPPT Kota Bengkulu Ahmad Damiri mengatakan saat ini Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bengkulu mengembangkan integrasi tanaman sayuran dan budidaya ikan dengan nama sistem vertiminaponik.

“Integrasi ini dapat dikembangkan pada lahan pekarangan dengan luasan terbatas Terdapat sejumlah keunggulan dengan sistem budidaya tersebut antara lain hemat air, hemat lahan, budidaya secara organik, hemat media tanam dan air menjadi kaya oksigen,” ujarnya, kemarin.

Dijelaskannya, cara kerja sistem itu, yaitu mengalirkan air secara terus menerus menggunakan pompa akuarium dari kolam atau bak kecil pemeliharaan ikan sebagai penyiraman dan suplai unsur hara bagi tanaman sayuran.

“Budidaya dengan sistem vertiminaponik dapat menghasilkan sayuran dan ikan yang cukup banyak,” ujarnya.

Kemudian, katanya, selain dapat dilakukan di mana saja sistem budidaya sayuran ini dilakukan dengan cara hidroponik dan ditata secara vertikal yang cocok diterapkan di rumah dengan pekarangan terbatas, termasuk di perkotaan,” katanya.

Ia mengatakan tangki air yang digunakan pada Vertiminaponik dengan kapasitas 500 liter bisa menampung ikan sebanyak 200 ekor, atau ikan lele sekitar 300 ekor. “Sementara, Talang paralon yang diletakkan di atas tangki air berukuran satu meter sebanyak dapat ditanami dengan jenis sayur yang berbeda,” lanjutnya.

Ia menambahkan, jenis sayur mayur yang dapat dikembangkan antara lain kangkung, sawi, selada dan bayam serta bawang daun. “Sistem ini dapat memenuhi kebutuhan sayur, bumbu dan ikan rumah tangga, sehingga menghemat pengeluaran,” pungkasnya.

Sehingga kata dia, dengan sistem ini cara memungkinkan masyarakat bisa betani mulai dari skala yang kecil dan cocok untuk skala rumah tangga, sehingga masyarakat perkotaan bisa berbudidaya tanaman sayuran  di pekarangan sempit sekaligus berbudidaya ikan dengan manfaat yang berlipat.(sey)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *