BNN : Dari 26 Narkoba Jenis Baru, Ganja Paling Ngetren

Oleh Tgl: February 8, 2014
BNN

Penyebabnya karena ganja mudah didapat. Dan kenyataannya pengguna narkoba di Indonesia kini juga mengalami peningkatan, untuk tahun ini saja mencapai lebih kurang 4000 orang yang tercatat sebagai pencandu narkoba

Dr.Diah Setia Utami, Spkj. Mars

BENGKULU – RSJKO kembali melakukan kegiatan Pembinaan dan pendampingan narkoba untuk mantan pencandu narkoba demi meminimalisir maraknya jenis-jenis narkoba baru yang kapan pun bisa mencandui kembali.

Direktur RSJKO Provinsi Bengkulu dr.Bina Ampera Bukit, M.Kes mengatakan kegiatan pembinaan dan pendampingan narkoba ini ditujukan kepada orang-orang yang dulunya pemakai dan pecandu narkoba untuk memberi pemahaman akan bahanya mengkonsumsi narkoba.

“Tujuannnya adalah agar para mantan pengguna dan pecandu narkoba tahu dampak terburuk dari narkoba itu apa,”tuturnya kepada Bengkuluonline.com, Sabtu 8/2 di gedung aula RSJKO Bengkulu.

Pada pembinaan  pecandu narkoba yang juga dihadiri orang tua dari para pemakai ini, Pihak RSJKO mengandeng BNN Provinsi Bengkulu dengan mendatangkan langsung Deputi Bidang Rehabilitas Narkoba Jakarta Dr.Diah Setia Utami, Spkj. Mars sebagai pengarah dan pemateri.

Menurut Dr.Diah saat ini narkoba dengan jenis-jenisnya terus berkembang. Bahkan saat ini sudah ada 26 jenis baru narkotika yang masuk ke Indonesia salah satunya narkoba jenis Catinon yang didalamnya mengandung Metillon.

“Catinon ini jenis narkoba yang digunakan artis ternama Raffi Ahmad. Solusi pencegahan itu butuh peranan aktif dari keluarga untuk mendampingi anak-anaknya yang baru menginjak dewasa sebagai salah satu pencegahan supaya anak tidak mencoba mengenal narkoba,” tambahnya.

Dikatakan dia, saat ini narkoba yang paling banyak ditemukan dimasyarakat dan menjadi tren dikonsumsi sebagian besar kalangan remaja adalah ganja.

“Penyebabnya karena ganja mudah didapat. Dan kenyataannya pengguna narkoba di Indonesia kini juga mengalami peningkatan, untuk tahun ini saja mencapai lebih kurang 4000 orang yang tercatat sebagai pencandu narkoba,” jelasnya.

Lebih lanjut kata dia, sejauh ini solusi yang bisa dilakukan adalah dengan cara pendekatan keluarga kepada para remaja agar tidak terjerumus ke penyalahgunaan narkotika karena untuk mendapatkan obat sekarang pun sedikit sulit. Sebab persediaan obat-obatan dibatasi oleh BPOM dengan alasan obat-obatan disalahgunakan para remaja sekarang sebagai obat penenang.

Dikatakan Diah Kegiatan Pembinaan dan pendampingan  dari BNN dengan Recovery Addict dan Family Supporting Group sengaja diselenggarakan untuk memeriahkan HPN 2014 di Bengkulu.

“Ini sudah lama di rencanakan, kebetulan baru sekarang bisa kita adakan dan bertepatan dalam rangka ikut memeriahkan HPN,” tutupnya.(cw1/Adv)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *