Berpelesir ke Batam

Oleh Tgl: February 15, 2014

Sayang sekali jika menjadikan Batam hanya sebagai tempat persinggahan sebelum bertolak ke Singapura. Padahal ada banyak tempat yang bisa dieksplor di Batam.

Jembatan Barelang

Jembatan ini sudah menjadi semacam ikon bagi kota Batam. Jembatan yang pembangunannya diprakarsai oleh BJ Habibie ini dibangun pada tahun 1992 dan selesai tahun 1998. Konon menurut ceritanya jembatan ini dibangun untuk mengantisipasi kemungkinan serangan Malaysia ke Indonesia.

Benar tidaknya tidak tahu pasti dan tidak berani berspekulasi. Pun, nama Barelang merupakan singkatan dari Batam-Rempang-Galang. Jembatan Barelang tidak lain adalah jembatan yang menghubungkan beberapa pulau.

Batam, Rempang, Galang, Galang Baru, Nipah dan Tonton. Totalnya ada enam buah jembatan. Jembatan Barelang ramai dikunjungi sore menjelang malam. Memandang pantai lepas sembari diembusi angin sepoi-sepoi.

Langit biru dan laut hijau kebiruan adalah padanan yang pas. Cukup menyejukkan mata. Di sisi kiri kanan jalan banyak penjual jagung bakar dan buah naga yang cocok disantap sambil menikmati panorama dari Barelang. Bila malam tiba, Jembatan Barelang sering dijadikan sebagai tempat pacaran untuk anak muda.

Kampung Vietnam, Batam

Kampung Vietnam, Batam

Kampung Vietnam

Nah, bila sudah ke Jembatan Barelang, tak ada salahnya bila berkunjung ke tempat berikutnya yakni Kampung Vietnam. Terletak di Pulau Galang, perjalanan dari Batam ke Pulau Galang ditempuh lebih kurang dua jam dengan jaral 70 Km.

Sepanjang jalan, mata akan dipuaskan dengan pemandangan asri. Pepohonan dan jangan heran kalau kita menemukan banyak pohon naga di sini, mungkin memang sudah habitatnya hidup di daerah tersebut.

Sesampainya di Kampung Vietnam, kita akan melihat napak tilas kehidupan para pengungsi Vietnam tahun 1978-1996 karena perang saudara di negerinya dulu. Rekam jejak kehidupan mereka bisa kita saksikan di sini.

Mulai dari rumah-rumah tempat mereka tinggal dulu, tempat ibadah, rumah sakit, pekuburan, penjara bahkan kapal saat mereka terdampar di Batam. Miris memang bagaimana mereka menghabiskan hidup di negeri orang saat negerinya sendiri tidak aman untuk ditinggali.

Foto-foto para pengungsi masih bisa kita lihat di museum. Barang-barang kerajinan yang mereka buat serta peninggalan lainnya. Meski puluhan tahun sudah berlalu, ternyata masih saja ada keturunan para pengungsi yang datang sekadar bernostalgia ke Kampung Vietnam ini. Bahkan setiap beberapa tahun sekali mereka kerap mengadakan reuni.

Pusat Barang Bekas Aviari di Baju Aji, Batam

Pusat Barang Bekas Aviari di Baju Aji, Batam

Pusat Barang Bekas Aviari di Baju Aji

Buat yang hobi belanja, pusat barang bekas Batu Aji tentunya bisa jadi surga belanja. Tidak hanya kebutuhan fashion saja yang bisa kita temukan di Batu Aji tetapi juga ada perabotan, barang pecah-belah sampai mainan bekas juga ada.

Harga yang ditawarkan cukup miring dan tentunya dengan kualitas yang tak kalah dari produk baru. Soalnya, barang-barang bekas yang ada di sini berasal dari luar negeri. Jadi tidak perlu ada rasa takut bakal ketinggalan mode.

Sebagian barang terkadang sudah dibandrol. Misalnya kemeja serba Rp. 30.000 atau hot pants serba Rp 20.000. Model-modelnya juga lucu-lucu dan unik, beda dengan yang lain. Pun biasanya merk yang dijual adalah brand yang sudah punya nama.

Bagi yang senang berburu barang-barang unik tidak ada salahnya mencoba menjelajahi Batuaji. Tentu saja siapkan uang secukupnya.

Cabuci

Bagaimana pemandangan Batam di malam hari? Sebagai kota industri dan dekat dengan Singapura, Batam berkembang cukup pesat. Bahkan Batam sering disebut sebagai Singapuranya Indonesia.

Letak Batam yang dekat dengan Singapura, membuat kita bisa menyaksikan Singapura dari Batam. Gedung-gedung pencakar langit di Singapura dapat kita intip dari tepi Batam. Dari Pantai Tanjung Pinggir ataupun Tanjung Uma.

Bila ingin menyaksikan pemandangan Batam di malam hari dengan kerlap-kerlipnya, bisa mengunjungi Cabuci (Café Bukit Cinta) di Seraya. Sebenarnya menu makanannya tidak begitu istimewa, suasananya yang romantis membuatnya asyik dijadikan sebagai tempat bersantai—terutama bersama kekasih.

Kuliner-nasigoreng-migoreng

Surga Kuliner

Bicara soal makanan memang tidak ada habisnya di Batam. Posisinya yang sepetak dari laut membuat Batam kaya akan makanan sea food. Tidaklah susah mencari tempat makanan enak di Batam. Meski sama-sama chinese food, namun dari segi tekstur dan rasa cukup berbeda dengan menu Chinese food yang biasa kita temui di Medan, misalnya

Astro Food Court di Penuin layak untuk dicoba. Sup Ikan Batam yang terkenal bisa dicicip di sini. Kuahnya putih jernih dengan rasa yang gurih tanpa aroma manis. Daging ikan yang putih mengapung sempurna di kuahnya.

Buat menu non halalnya, ada Bak Kut The, daging babi yang dimasak dengan potongan darah beku, usus dan hati. Di tempat yang sama ada camilan yang enak, namanya Epok-epok. Harganya murah hanya Rp 3.000. ada aneka rasa, mulai dari tuna, ayam dan keladi. Khusus untuk yang rasa ayam ada selipan potongan telur rebus di sana.

Ketika malam hari, silahkan menu sea food di Xiang-xiang Baloi Mas. Ada beragam pilihan mulai dari kudapan Otak-otak, menu ayam goreng dimasak dengan bawang putih sampai dengan Gong-gong menu dari siput rebus yang disantap dengan cocolan sambal kecap. Wuih! (T.Alur)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *