47 Persen Masyarakat Dukung Koalisi Parpol Islam

Oleh Tgl: February 26, 2014
parpol-islam

Mayoritas responden menyatakan bahwa koalisi partai-partai Islam akan mampu bersaing dalam Pemilu 2014. Sebanyak 47,4% jika berkoalisi. Kemudian yang menyatakan tidak mampu 19,2% dan menjawab tidak tahu 33,4%

Dr. Heri Budianto

BENGKULU  – Dalam rilis hasil survei Political Communication (Polcomm) Isstitute pimpinan Dr. Heri Budianto menemukan bahwa masyarakat menginginkan lima Partai Politik (Parpol) Peserta Pemilu 2014 bersatu.

“Mayoritas responden menyatakan bahwa koalisi partai-partai Islam akan mampu bersaing dalam  Pemilu 2014.  Sebanyak  47,4% jika berkoalisi. Kemudian  yang menyatakan tidak mampu 19,2% dan menjawab tidak tahu 33,4%,” katanya, Rabu (26/2).

Heri menungkapkan survei ini menggunakan metode teknik pengumpulan data  wawancara langsung di 29 provinsi.  Survey tidak mencakup wilayah Papua, Papua Barat, NTT, Bali dan Sulut. Jumlah responden sebanyak 1.200 orang dari populasi seluruh warga negara Indonesia yang telah terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap.

Dari survey itu kata Heri mayoritas publik  yang mendukung beralasan bahwa koalisi mampu meningkatkan kekuatan dan soliditas partai Islam serta menjadi modal kuat untuk melawan kekuatan partai Nasionalis. “Untuk Responden yang mengatakan tidak tahu, beralasan koalisi tidak mungkin efektif karena  berbeda tujuan dan kepentingan,” tulisnya.

Kemudian pada survey yang dilakukan pada 15 Januari-15 Februari 2014, pihak Polcomm menggunakan metode multistage random sampling dan diperkirakan margin of error sebesar ±3,1% pada tingkat kepercayaan 96,9%.

Dikatakannya, menjelang Pemilu 2014 kondisi partai politik Islam sedang mengalami turbulensi. Mereka mengalami persoalan beragam yang berimbas pada penurunan tingkat elektabilitas partai. Salah satu penyebab turunnya elektabilitas partai Islam karena tidak adanya tokoh kuat pemersatu.

Pengalaman Koalisi Poros Tengah pada Pemilu 1999 yang sukses mengantarkan Gus Dur menjadi presiden, menjadi acuan wacana Koalisi Poros Tengah Jilid II. “Untuk meningkatkan kekuatan dan elektabilitas, tentaunya wacana koliasi yang harus dilakukan oleh Parpol islam,” tulisnya lagi.

Namun Heri menilai, sejauh ini Koalisi partai  Islam tersebut tidak mudah untuk diwujudkan dalam Pemilu 2014. Sebab sampai saat ini belum ada tanda-tanda tindakan nyata untuk mewujudkan koalisi antarpartai Islam.

Sulitnya partai  Islam untuk bersatu tercermin dari realitas bahwa masing-masing partai  mengusung petinggi partainya untuk maju menjadi Capres. Koalisi partai Islam semakin jauh, ketika munculnya realitas politik bahwa koalisi dibangun bukan atas dasar ideologi melainkan hanya kepentingan kekuasaan.(sey)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *