453 Ribu Ha Perkebunan Bengkulu Dikuasai Konglomerat

Oleh Tgl: February 18, 2014
Karet

Terdapat 121 konglomerat menguasai tanah di Provinsi Bengkulu meliputi 208 ribu hektare perkebunan dalam bentuk hak guna usaha, 99 ribu pertambangan batubara dan 147 ribu pertambangan pasir besi dengan total 454 ribu hektare

Benny Ardiansyah

BENGKULU – Direktur Eksekutif Walhi Bengkulu Benny Ardiansyah menyampaikan banyak lahan perkebunan di Provinsi Bengkulu dikeruk dan dikuasai kalangan berduit saja.

Diungkapkan Benny, dari data Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Bengkulu terdapat 121 konglomerat menguasai 454 ribu hektare tanah di Provinsi Bengkulu melalui hak guna usaha perkebunan, pertambangan, dan sebagainya.

“Terdapat 121 konglomerat menguasai tanah di Provinsi Bengkulu meliputi 208 ribu hektare perkebunan dalam bentuk hak guna usaha, 99 ribu pertambangan batubara dan 147 ribu pertambangan pasir besi dengan total 454 ribu hektare,” katanya.

Ia menambahkan di Provinsi Bengkulu terdapat empat kabupaten yang paling banyak memberikan tanah kepada perusahaan, yakni Kabupaten Bengkulu Utara, Mukomuko, Seluma, dan Kabupaten Kaur. Meski keempat kabupaten itu mampu mendatangkan investor paling banyak, di empat kabupaten tersebut justru penyumbang orang miskin terbanyak di Provinsi Bengkulu.

“Tercatat dari beberapa data yang kami kumpulkan Bengkulu Utara memiliki jumlah penduduk terbanyak miskin di Provinsi Bengkulu, yakni mencapai 38 ribu jiwa. Artinya tidak ada kontribusi dari investasi perusahaan perkebunan dan pertambangan untuk kesejahteraan rakyat. Ini yang menjadi pertanyaan besar, ada yang salah dalam mengurusnya,” paparnya.

Menurut Benny, perizinan kepemilikan tanah banyak dikeluarkan pemerintah daerah pada saat masa pemilihan umum dan kepala daerah pada rentang 2008 hingga 2010. Pada masa itu terdapat 75 ribu hektare tanah Bengkulu dikuasai perusahaan perkebunan. Sedangkan 175 ribu untuk pertambangan. Sementara masyarakat terlunta-lunta dengan kemiskinan.

Dengan data tersebut Benny berharap pemerintah mulai membuka mata untuk menghentikan pemberian izin bagi perusahaan asing dan swasta untuk mengambil tanah, tapi lebih memberikan kesempatan kepada petani untuk mengaksesnya.

Sebab jika dibandingkan dengan 1,7 juta jiwa penduduk Bengkulu, kata Benny, untuk membahagiakan satu konglomerat masyarakat harus memberikan 99 ribu hektare tanah dengan perbandingan 121 konglomerat dan 1,7 juta jiwa penduduk Bengkulu.(sey)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *