17 Km Jalan Di Enggano Jadi Kubangan

Oleh Tgl: February 1, 2014
jalan-engganoo

Jangankan kendaraan, orang saja sulit lewat jalan itu karena sudah seperti kubangan dan becek penuh lumpur. Kondisi ini semakin parah sejak Oktober lalu

M. Rafli Zen Kaitora

BENGKULU – Satu-satunya akses jalan antar desa sepanjang 17 Km di Pulau Enggano Kecamatan Enggano Kabupaten Bengkulu Utara saat ini rusak parah. Jalan tersebut menghubungkan Desa Malakoni menuju Desa Kahyapu, tempat Pelabuhan Kapal Ferry.

Akibat kerusakan jalan itu, masyarakat mengalami kesulitan untuk membawa hasil pertanian untuk dipasarkan keluar Pulau Enggano.

“Jangankan kendaraan, orang saja sulit lewat jalan itu karena sudah seperti kubangan dan becek penuh lumpur. Kondisi ini semakin parah sejak Oktober lalu,” ungkap tokoh masyarakat Pulau Enggano, M. Rafli Zen Kaitora.

Masyarakat salah satu pulau terluar Indonesia itu juga berharap Presiden RI, SBY yang berencana datang ke Bengkulu dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) juga dapat berkunjung ke Pulau Enggano untuk melihat langsung kondisi masyarakat disana dengan semua sarana umum yang minim dan memprihatinkan.

“Sebagai Kepala Negara, sebaiknya melihat langsung kami di Pulau ini jangan hanya memantau dari berita dan tulisan-tulisan saja. Sebentar saja pantau kami dari helikopter, lihat jalan kami yang seperti kubangan ini.” harapnya.

Tidak hanya kesulitan mengangkut hasil alam menuju pelabuhan, dalam beberapa bulan terakhir selama musim penghujan anak-anak mereka juga sulit ke sekolah.

“Anak-anak SMA Enggano, harus menunggu pasang surut dulu kalau mau ke sekolah. Jadi mereka baru sampai sekolah jam 11, pulang sudah sangat sore.”  ungkap Mantan Pa’abuki (Koordinator Kepala Suku Pulau Enggano) itu menerangkan akses jalan yang bisa dilalui selama jalanan rusak untuk sementara menyisir pinggiran pantai.

Akibatnya dikatakan M. Rafli Zen Kaitora, menyebabkan aktivitas belajar mengajar juga tidak bisa berjalan optimal.(Fr1)

 





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *