150 Tukik Dilepasliarkan Dan 1.000 Pohon Ditanam Untuk HPN

Oleh Tgl: February 3, 2014
Gub

Penting bagi kita untuk memeliharan iklim lokal, salah satunya dengan menjaga keberadaan hutan pantai yang mempertemukan ekosistem daratan dan lautan.

H. Junaidi hamsyah, S.Ag, M.Pd

BENGKULU – Memasuki hari ketiga rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2014 di Bengkulu, sejumlah kegiatan terus dilakukan dan memeriahkan diselenggarakannya HPN 2014 di Bengkulu.

Panitia HPN, gubernur Bengkulu, Bupati/walikota di Bengkulu bersama dengan Direktur Jenderal (Ditjen) perlindungan hutan dan konservasi alam Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI Ir. Soni partono, Senin (3/2) melakukan penanaman 1.000 pohon dari berbagai jenis di sepanjang kawasan pantai Panjang, kota Bengkulu yang kemudian dilanjutkan dengan pelepasliaran 60 ekor tukik atau anak penyu ke laut lepas.

Kepala Dinas Kehutanan provinsi Bengkulu Ir. Risma sipayung yang merupakan penanggung jawab kegiatan penanaman 1.000 pohon dan pelepasliaran tukik kemarin mengatakan, aksi tersebut selain turut memeriahkan rangkaian kegiatan HPN 2014 di Bengkulu, juga merupakan implementasi dari peraturan pemerintah nomor 7 tahun 2009 tentang perlindungan dan konservasi penyu, serta peraturan menteri kehutanan nomor 41 tahun 2014 tentang rencana nasional penanaman 1 miliar pohon di Indonesia.

“Melalui aksi ini kita tingkatkan kepedulian berbagai pihak atas keberadaan penyu yang saat ini terancam punah, kemudian dengan penanaman 1.000 pohon, kita dapat mengurangi pemanasan global, mencegah banjir dan tanah longsor, serta menjadikan bentang alam menjadi hijau,” ujarnya dalam laporan panitia.

Gubernur Bengkulu H. Junaidi hamsyah, S.Ag, M.Pd pada kesempatan yang sama juga mengatakan aksi tersebut merupakan kegiatan positif yang harus terus ditunjang keberlangsungannya.

“Penting bagi kita untuk memeliharan iklim lokal, salah satunya dengan menjaga keberadaan hutan pantai yang mempertemukan ekosistem daratan dan lautan. Sementara pelepasliaran tukik, dapat menjaga keberlangsungan hidup penyu yang terus menerus menerima ancaman. Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut, dan dapat mempercepat pertumbuhan ekosistem hutan,” sampainya.

Selain itu, menurutnya, dengan bentang alam menjadi hijau, dan cukup vegatasinya, ekosistem dapat memberi fungsi lingkungan. “Kemudian, keberadaanya dapat memberi estetika dan menjadi penyerap pengurangan karbon sehingga udara menjadi sehat,” harapnya.

Sementara itu, ditjen perlindungan hutan dan konservasi alam kemenhut RI Ir. Soni partono yang mewakili menteri kehutanan Zulkifli hasan yang berhalangan hadir mengatakan aksi yang dilakukan dan dimasukan dalam rangkaian HPN 2014 tersebut sangat mendukung upaya menjaga dan demi kesejahteraan umat manusia.

“Inilah yang harus kita pahami, ini dapat berdampak pada seluruh dunia, adalah meningkatkan gas rumah kaca. Kita berupaya menurunkan emisi gas rumah kaca, sebesar 26 persen pada 2020,” katanya.

Ia menjelaskan, hal tersebut tidaklah main-main, terutama dengan keluarnya kebijakan presiden tahun 2014, tentang rencana nasional penanaman 1 miliar pohon.

“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama, untuk mengawal upaya penanaman pohon dan kemenhut mengambil peran dalam pencapaian target itu dengan melakukan penanaman 1 miliar pohon, penurunan laju deforestarasi, konservasi hutan, penegakan hukum kawasan liar, pengendalian kebakaran hutan, dan penyelesaian konflik kawasan hutan serta progam tahunan rehabilitasi hutan dan lahan,” tutupnya.(sey)

 





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *