Satu Tahun Helmi – Linda, Sukses Bangun kota Bengkulu

Oleh Tgl: January 26, 2014
Helmi - Linda 2

BENGKULU – Dengan mengusung 8 program kerja pembangunan, Helmi-Linda langsung tancap gas usai dilantik. Pasangan Helmi – Linda sosok pemimpin yang sederhana, merakyat dan memiliki empati yang tinggi rakyatnya ini dalam kurung waktu 1 tahun sudah menorehkan keberhasilannya.

Berikut 8 program kerja yang diusung dan satu persatu mulai terwujud oleh Walikota Bengkulu H. Helmi Hasan, Se dan Wakil Walikota Bengkulu Ir. Patriana Sosialinda :

1.       APBD Untuk Rakyat

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang selama ini banyak dinikmati oleh Kepala daerah dan wakil kepala daerah, porsinya pun dikurangi. Mulai dari sejumlah fasilitas penunjang  Walikota dan Wakil Walikota hingga anggaran yang di peruntukan untuk perjalanan dinas.

Selain itu juga, di sisi pembiayaan aparatur negara, pada tahun sebelumnya 70 persen APBD diserap pada bagian ini saja. Rp. 476 M untuk apartur negara sedangkan PAD hanya Rp. 54 M dan APBD Rp. 680 M.

Walikota dan Wakil Walikota baru ini pun memangkas pembiayaan apartur negara hingga Rp. 43 M. Dan PAD digenjot menjadi Rp. 83 M pertahun. Surplus dari pemangkasan pembiayaan aparatur tersebut dialokasikan untuk belanja publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Berikut bentuk belanja publik yang bersentuhan dengan masyarakat ;

  • Program Samisake (Satu Miliar Satu Kelurahan)
  • Beasiswa bagi siswa dari keluarga yang tidak mampu
  • Santunan Gizi Para pensiunan
  • Santuan bagi warga yang terkena musibah
  • Takziah kerumah-rumah warga yang terkena musibah
  • Bantuan sosial lainnya

2.       Pembangunan Infrastruktur

Adanya permasalahan jalan rusak di kota Bengkulu serta buruknya drainase, menggelitik pasangan Helmi-Linda untuk melakukan normalisasi. Hasilnya di 2013 sebanyak 250 titik jalan lingkungan dalam kota Telah berhasil dilaksanakan dan dilakukan peningkatan jalan. Bahkan sejumlah bendungan pun di fungsikan kembali secara optimal untuk mengatasi ancaman banjir. Aksi peningkatan infrastruktur ini pun berlanjut pada normalisasi daerah rawa di kawasan Lempuing serta perbaikan jembatan.

Walikota dan Wakil Walikota energik ini melaksanakan pembangunan dan perbaikan trotoar di sepanjang jalur utama kota Bengkulu, mulai dari jalan S. Parman, Padang Jati hingga simpang lima patung kuda.

Selain itu pula, dari total dana Rp. 77,6 M untuk infrastruktur kota, ada yang digunakan untuk membangun dan merehabilitasi 5 unit gedung perkantoran dikawasan Bentiring. Nominal dana yang dialokasikan bagi pembangunan Infrastruktur ini jauh lebih besar dari yahun sebelumnya yakni Rp. 38 M saja. Bahkan untuk tahun 2014, sebanyak Rp. 123 M dialokasikan unuk pembangunan infrastruktur kota.

  • Jalan Rusak                                                   250 titik
  • Drainase Rusak/ Tersumbat                         6 titik
  • Bendungan                                                        1 titik
  • Gedung baru                                                      5 unit
  • Dana Perbaikan (Infrastruktur 2013)       Rp. 77,6 M
  • Dana Perbaikan (Infrastruktur 2014)       Rp. 123 M

3.       Penyediaan 50 Ribu Lapangan Pekerjaan

Program membuka lapangan pekerjaan sebanyak 50 ribu ini dianggap sangat mustahil dalam pengurangan jumlah pengangguran di kota Bengkulu.

4.       Lampu Untuk Semua

Permasalahan lampu dikota Bengkulu pun tak luput dari perhatian Helmi-Linda. Laporan lampu yang byar-pet dari warga kota Bengkulu terus bermunculan. Bahkan Walikota langsung turun tangan melakukan inspeksi disejumlah titik penerangan di kota Bengkulu.  Tredapat lebih dari 3000 lampu yang tidak hidup.

Walikota pun melakukan kerjasama dengan Dinas ESDM serta PLN cabang Bengkulu. Walikota Bengkulu H.Helmi Hasan secara resmi melaunching program Bengkuluku menyala. Perbaikan lampu dan stabilisasi listrik pun dilakukan. Hasilnya pemadaman listrik dikota Bengkulu idak lagi sering terjadi.

Kemudian Walikota pun bekerjasama dengan  Dinas ESDM Provinsi Bengkulu, PLN cabang Bengkulu dan Pemkot Bengkulu. Dengan mengusung program Bengkuluku Menyala, sebanyak 429 KK yang kurang mampu dikota Bengkulu menikmati listrik gratis.

Untuk tahap pertama ada 9 kecamatan yang mendapatkan fasilitas gratis tersebut. 6 KK di kecamatan Ratu Agung, 10 KK di Kecamatan Teluk Segara, 39 KK di Kecamatan Ratu samban, 54 KK Kecamatan Singaran Pati, 56 KK di Kecamatan Sungai Serut, 135 KK di Kampung Melayu, 111 KK di Kecamatan Selebar, dan 9 KK di Muara Bangkahulu.

5.       Kesehatan Bagi Masyarakat

Dengan jumlah penduduk kota yang mencapai 412.467 jiwa, jelas bidang kesehatan menjadi salah satu prioritas. Terobosan yang dilakukan pun seperti meningkatkan dana jamkeskot menjadi Rp. 2 M pertahun ditambah dengan pelayanan Jamkesmas dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

Kemudian meluncurkan program “Jemput sakit pulang sehat”. Dengan program tersebut 480 warga dalam satu bulan dilayani sepanjang tahun 2013. Sungguh cukup efektif dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi warga kota Bengkulu.  Selain ditunjang dengan mobil Jemput sakit pulang sehat, puskesmas sekota Bengkulu menjalankan program serupa.

Puncaknya, program kesehatan tersebut di apresiasi oleh Presiden RI melalui Kementrian Kesehatan RI. Piala Swasti Dapa. adapa pada bulan November 2013 bukti program kesehatan kota Bengkulu dilirik secara nasional. Program lanjutan Walikota berikutnya adalah 2014 berdirinya rumah Sakit Kota Bengkulu.

6.       Pengadaan Air Bersih

Walikota Bengkulu berkomitmen mewujudkan pelayanan PDAM yang bersih. Salah wujud keseriusan  walikota Bengkulu dalam membenahi dan peningkatan pelayanan prima kepada masyarakat terutama air bersih di perkotaan. Dengan melakukan konsep kebijkan dan strategi penyediaan air bersih perkotaan.

Konsep umum kebijakan air bersih perkotaan yaitu:

  • Mendorong terciptanya hubungan profesional antara pemilik aset air bersih (Pemda) dengan aparat pengelola (PDAM).
  1. Pemisahan kepemilikan aset (Pemda) dengan manajemen (PDAM).
  2. Membatasi pengaruh politik dalam pengelolaan air bersih PDAM.
  3. Mendorong pelaksanaan performance contract antara Pemda dengan aparat PDAM atau Pemda dengan pihak swasta.
  4. Regrouping pelaksanaan pelayanan antar PDAM untuk mencapai kondisi ideal.
  5. Mengubah bentuk retribusi deviden PDAM pada Pemda menjadi kontribusi jasa pengoperasian.
  • Membuat kerangka peraturan dalam pelayanan air bersih
  1. Memanfaatkan pelajaran dari pengalaman banyak negara.
  2. Melakukan dan meneliti bentuk kerjasama optimal.
  3. Mempersiapkan bentuk-bentuk kontrak standar.
  4. Membuka proses seleksi bagi banyak pihak agar kompetisi lebih terbuka.
  5. Membuat peraturan dan ketentuan yang jelas dalam kontrak.
  6. Mendorong PDAM melaksanakan kontrak pada pihak swasta (monitoring apakah standar pelayanan tercapai dan audit keuangan).
  • Merampingkan manajemen keuangan sektor air bersih
  1. Pembiayaan investasi diarahkan secara Swadana PDAM.
  2. Melakukan penyaringan bantuan hibah atau pinjaman pada PDAM pada saat transisi.
  3. Mendorong PDAM memahami peluang pembiayaan alternatif.
  4. Membuka akses PDAM pada capital markets
  • Menyederhanakan kebijakan tarif
  1. Menyederhanakan struktur tarif.
  2. Menentukan harga dasar air.
  3. Mengutamakan penyambungan pada masyarakat penghasilan rendah.
  4. Melaksanakan penyesuaian tarif secara otomatis.
  5. Mempertimbangkan penyertaan biaya sanitasi.
  • Meningkatkan kualitas perencanaan, desain dan pelaksanaan proyek
  1. Meningkatkan kualitas perencanaan.
  2. Meningkatkan kualitas bantuan teknis.
  3. Meningkatkan kualitas proses pengadaan barang dan material.
  4. Meningkatkan kompetisi dalam pengadaan barang dan jasa.
  • Mendorong terwujudnya industri penyediaan air bersih melalui peningkatan peran asosiasi profesional
  1. Mendorong pembuatan data base kualitas air produksi.
  2. Mendorong PDAM memahami peran peningkatan SDM dalam pengelolaan perusahaan.
  3. Mewujudkan perusahaan menjadi pusat referensi.
  4. Strategi Pengembangan Penyediaan Air Bersih Perkotaan
  • Penanganan penyediaan dan pengelolaan air bersih perkotaaan program mendesak dan jangka pendek
  • Kebijakan penyediaan prasarana dan sarana air bersih perkotaan diarahkan pada pemulihan kinerja pelayanan yang menjamin kenyamanan pelayanan terutama di kota-kota metropolitan dan besar melalui :
  1. Pemanfaatan kapasitas sisa (idle capacity).
  2. Perbaikan meter air.
  3. Peningkatan pemeliharaan jaringan.
  4.  Perbaikan manajemen penagihan.
  5. Penjadwalan (rescheduling) dan pemutihan utang.
  6. Pengaturan dan restrukturisasi tarif air minum.

Kebijakan dan strategi air bersih sebagai upaya menjamin kelangsungan kegiatan-kegiatan dan program-program sedang berjalan. Hal ini dilakukan melalui :

  • Mengintegrasikan manajemen pengelolaan air baku dalam satu  lembaga pengelola yang efektif dan efisien.  Meningkatkan kerjasama teknis dan manajemen pengelolaan air antar kota/kabupaten.  Mendorong pembentukan forum-forum komunikasi pelanggan.  Meningkatkan efektifitas unit pengaduan. Meningkatkan sosialisasi tarif melalui lembaga konsumen dan lembaga non pemerintah lainnya.
  • Penanganan pembangunan prasarana-sarana air bersih kota berkelanjutan (jangka menengah dan panjang)
  1. Meningkatkan kompetensi Pemerintah Pusat di bidang penyediaan air bersih melalui :  Pembentukan forum komunikasi antara semua pelaku pembangunan prasarana dan sarana kota di tingkat pusat dan daerah, dengan melibatkan DPR di daerah.  Sosialisasi skenario perencanaan (scenarioplanning) dalam penyusunan agenda pembangunan infrastruktur kota.
  2. Mendorong peningkatan kapasitas pemerintah daerah dalam pengelolaan pembangunan prasarana dan sarana air bersih yang lebih efisien dan efektif melalui penyelenggaraan :  Pelatihan pengembangan dan pengelolaan pembangunan, termasuk pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dalam menggali sumber daya pembiayaan lokal.  Pelatihan pengembangan dan pengelolaan air bersih perkotaan.
  • Pendidikan Yang Terjangkau dan Berkualitas

Program beasiswa bagi masyarakat miskin menjadi penunjang untuk pendidikanyang terjangkau. Sebanyak 4815 orang siswa dikota Bengkulu mendapatkan total beasiswa Rp. 2,78 M.

Selain itu juga pasangan Helmi-Linda ini terus melakukan pendekatan dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan tambahan anggaran untuk memperbaiki infrastruktur sekolah. Sejumlah SDM pengajar pun terus ditingkatkan kualitasnya. Bahkan apresiasi luar biasa deiberikan kepada siswa beprestasi yakni dengan memberikannya liburan ke luar negeri.

8.       Aparatur Pemerintahan

Untuk menciptakan keseimbangan antara jumlah PNS dan biaya aparatur yang dikeluarkan, Walikota dan Wakil Walikota berani mengambil tindakan kontroversial yakni meniadakan pengadaan tes CPNS 2013. Bahkan ini yang dilakukan satu-satunya kepala daerah yang baru dilantik di Indonesia ini.

Bahkan untuk mencegah tindakan PNS yang kurang profesional, Walikota terus mengajak aparatur di lingkup Pemkot melaksanakan sholat berjamaah.

Selama perjalanan satu tahun kepemimpinan Helmi-Linda, dirasakan masih belum mampu mengakomodir seluruh kebutuhan warga kota Bengkulu. Progres yang terjadi selama satu tahun lalu akan menjadi cambuk semangat mencapai prestasi yang lebih baik di 4 tahun yang akan datang.

Perubahan kota Bengkulu yang diimpikan tidak hanya terletak pada pasangan Walikota dan Wakil Walikota saja, tetapi menjadi tanggung jawab semua warga kota Bengkulu.Dengang terus memberi dukungan kepada pemerintah kota Bengkulu, Insya Allah Bengkulu akan menuju kearah yang lebih baik lagi.(Humas kota/Serli/Adv)

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:



Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *