Program KB Pria Gagal di Bengkulu

Oleh Tgl: January 26, 2014
KB Pria

Untuk target 2014 paling tidak lebih baik dari ini, sesuai visi sejak di 2014, kita menargetkan penduduk tumbuh seimbang pada 2015. Kita menurun TPR lagi. Kegiatan kita, Kalau untuk perempuan sudah tercapai sementatra target kita tidak tercapai peserta kb pria

Maryana

BENGKULU – Kepala Bidang advokasi dan Penggerakan Informasi Maryana mengatakan Badan Koordinasi Keluarga Bencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu pada evaluasi kerja menemukan pada Program Keluarga Bencana (KB) Pria gagal dilaksanakan di Bengkulu.

“Untuk target 2014 paling tidak lebih baik dari ini, sesuai visi sejak di 2014, kita menargetkan penduduk tumbuh seimbang pada 2015. Kita menurun TPR lagi. Kegiatan kita, Kalau untuk perempuan sudah tercapai sementatra target kita tidak tercapai peserta kb pria,” katanya.

Kontrasepsi pria pil dan vasektomi karena masih keengganan kaum adam ikut berperan aktif sebagai konseptor alat kontrasepsi Vasektomi pada 2013. menargetkan konseptor vasektomi sebanyak 115 orang, namun yang terealisasi hanya 58 orang.

“Realisasi tidak sesuai target masih berada dibawah 50 persen,” kata Maryana.

Ia menjelaskan penyebab rendahnya partisipasi pria dalam KB dan Kesehatan Reproduksi disebabkan masih berlakunya sistem sosial dan nilai-nilai patriaki yang kuat di masyarakat.

Pria masih memandang persolaan KB dan Kesehatan Reproduksi urusan domestik keluarga yang menjadi konsumsi wanita saja dan belum menjadi bagian persoalan mendesak untuk dipecahkan.

“Masih rendahnya pengetahuan dan kesadaran laki-laki terhadap KB dan Kesehatan Reproduksi,” lanjutnya.

Ia melanjutkan ledakan penduduk menjadi persoalan genting mengingat tingginya laju pertumbuhan di daerah ini, mencapai 1,67 persen lebih tinggi dari laju pertumbuhan nasional yang hanya 1,4 persen.

BKKBN memprediksi ledakan jumlah penduduk merupakan sebuah ancaman. Untuk itu, hal ini perlu mendapatkan perhatian bersama. Berdasarkan proyeksi BKKBN, pada 2015 akan ada 51.732 ibu hamil atau 14,78 persen dari pasangan usia subur. Dari jumlah tersebut, 82,51 persen di antaranya adalah kehamilan dikehendaki dan 17,49 persen kehamilan tidak dikehendaki.

“Mengantisipasi hal ini maka kita mengharapkan peran serta semua pihak termasuk pria untuk aktif menanggulangi ledakan penduduk,” harapnya.(sey)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *