Laporan Dana Kampanye Riri Dinyatakan Melanggar

Oleh Tgl: January 28, 2014
DAna

Meskipun itu sumbangan dari orang tua sendiri, namun tetap saja itu melanggar peraturan, dan kita harus tegas atas pelanggaran itu

Parsadaan Harahap, SP, M.Si.

BENGKULU – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) provinsi Bengkulu menemukan pelanggaran dalam laporan dana kampanye salah satu calon anggota DPD RI atas nama Riri damayanti. Hal itu diungkapkan oleh ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu Parsadaan Harahap, SP, M.Si.

“Kami menemukan bahwa ada pelanggaran dalam laporan dana kampanye atas nama Riri damayanti,” kata Persadaan Selasa (28/1).

Menurut Persadaan, yaitu ada temuan pelanggaran peraturan dengan sumbangan dibatas ambang kewajaran. “Yakni berupa sumbangan perorangan yang besarannya melebihi ketetapan berdasarkan peraturan KPU nomor 17 tahun 2013, karena Riri menerima sumbangan dana kampanye sebesar Rp. 500 juta atau lebih besar Rp. 250 juta dari ketentuan dalam peraturan KPU,” ungkapnya.

Menariknya, dalam laporan dana kampanye tersebut, Riri ternyata mendapatkan sumbangan perorangan justru dari orang tuanya sendiri atas nana Jhon kennedy latief.

“Meskipun itu sumbangan dari orang tua sendiri, namun tetap saja itu melanggar peraturan, dan kita harus tegas atas pelanggaran itu,” tegas Parsadaan.

Atas hal itu, katanya, jika temuan tersebut benar dan terbukti dari hasil klarifikasi kita bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi Bengkulu dan juga calon yang bersangkutan, maka bawaslu akan mengeluarkan sanksi.

“Jika setelah kita lakukan klarifikasi bersama, maka kelebihan dari sumbangan dana kampanye tersebut Oleh karena itu, jelasnya, untuk melakukan klarifikasi, pihaknya telah melakukan pemanggilan kepada KPU provinsi Bengkulu untuk memberi penjaelasan atas temuan tersebut,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakn dia pihak Bawaslu juga memanggil calon yang bersangkutan Riri damayanti, untuk mengklarifikasi hal tersebut.

“Jika benar maka akan kita kembalikan kelebihannya sebesar RP. 250 juta kepada negara, termasuk kemungkinan ada unsur kesengajaan atau tidak,” jelasnya.(sey)


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:



Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *