Harga Cabai Di Bengkulu Melambung

Oleh Tgl: January 31, 2014
Jelang Idul Adha Harga Cabe di Banda Aceh Naik Rp. 34 ribu Perkilogram

Naik memang dari pemasok, selain naik jumlah cabe yang dikirim juga jauh berkurang dari sebelumnya

Ayu

BENGKULU – Cuaca ekstrim membuat harga cabai merah di sejumlah pasar tradisional Kota Bengkulu meroket drastis yakni tembus angka 70 ribu dari harga normal 40 ribu perkilogramnya atau naik kisaran 75 persen.

Salah satu pedagang di Pasar Minggu, Ayu (31th) mengatakan naiknya harga cabai terjadi sejak sepekan terakhir, karena pasokan barang kurang lancar.

“Udah dari beberapa hari  ini harga cabe naik,” katanya Jum’at (31/1).

Menurut Ayu, naiknya harga cabe ini tidak hanya terjadi pada cabe merah namun kenaikan  juga berlaku untuk cabe rawit yang mencapai 60 ribu per kilogramnya. Ditanya penyebab kenaikan, Ayu mengatakan dalam sepekan terakhir kenaikan harga sudah berlaku dari pemasok yakni Kabupaten Kepahiang, Lebong dan Rejanglebong maupun luar Provinsi Bengkulu .

“Naik memang dari pemasok, selain naik jumlah cabe yang dikirim juga jauh berkurang dari sebelumnya,” tuturnya.

Diakui dia, selain pasokan yang sedikit, beberapa hari ini kualitas cabai yang datang memang tidak seperti biasanya sehingga pedagang sedikit sungkan menjualkan dagangannya.

Selain itu Ayu mengakui kenaikan juga terjadi pada sayur mayur. Seperti harga wortel yang mencapai Rp5.000 per kilogram, sayur bayam dan kangkung, masing-masing mencapai Rp2.500 per ikat.

Akibatnya banyak warga Kota Bengkulu mengeluhkan tingginya harga cabai merah yang sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Indrawati (40) mengatakan harga kebutuhan pokok yang meroket ini membuat pihaknya tidak ingin membeli dalam jumlah besar.

“Daripada rugi beli sedikit-sedikit saja, nanti siapa tahu harganya kembali normal,” katanya.(sey)

 





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *