Bawaslu Akan Sita 250 Juta, Ini Tanggapan Riri

Oleh Tgl: January 28, 2014
dana 32

Kareno memang aku kan belum ado kerjo, jadi duit yo dari orang tuo galo. Kalu ditulis duit pribadi, kelak ditanyo rekening dan lain-lainyo. Atau kalau aku tulis itu sumbangan dari orang lain, siapo yang ndak nyumbang?, makonyo tetap dituliskan namo bapak

Riri Damayanti

BENGKULU – Tindaklanjut temuan Bawaslu yang menyatakan pelanggaran laporan  dana kampanye calon DPD RI Riri damayanti dan harus mengembalikan kelebihan sumbangan dana kampanye sebesar RP. 250 juta kepada negara. Riri Damayanti membenarkan adanya sumbangan itu.

“Riri kan belum ado pekerjaan dan sudah jelas itu duit bapak galo, KPU jugo ngomong ri, itu harus dicantumkan segalo, sedangkan penggunaannyo lebih dari itu. Jadi mau tidak mau kito tulis namo bapak dewek disitu, sumbangannyo disitu,” kata Riri, Selasa (28/1).

Selain itu, Riri juga mengaku kebingungan dengan hal tersebut terutama dengan dinyatakannya telah melanggar peraturan.

“Cak mano kalu yang cak aku nih yang belum ado duit, yo otomatiskan dari bapak galo,” ujarnya kebingungan.

Riri yang juga sedang berada di Mukomuko, juga mengatakan, atas hal tersebut dirinya telah meminta keluarganya untuk menuntaskan persoalan tersebut.

“Ado keluargo yang ngurusinyo tadi, Riri belum tau hasilnyo cak mano, kito tunggu ajo,” jelasnya.

Namun demikian, ia berharap, dirinya bisa memperbaiki laporan dana kampanyenya, ia juga mengakui ada kesalahannya yang tidak memperhatikan peraturan dari sumbangan dana pribadi.

“Katonyo kan ado 3 tahapan pelaporan dana kampanye, kita akui idak memperhatikan peraturan sumbangan dana kampanye, namun kito pikir, memang kito ndak buat namo siapo lagi?. Jugo kalu seandainyo peraturan itu harus ditaati, terus pengeluaran kito lebih dari Rp. 250 juta, kito dipertanyakan jugo duitnyo,” lanjutnya.

Disisi lain, katanya, kalau misalnya dana tersebut ia laporkan sebagai uang pribadi, dirinya juga takut dipertanyakan.

“Kareno memang aku kan belum ado kerjo, jadi duit yo dari orang tuo galo. Kalu ditulis duit pribadi, kelak ditanyo rekening dan lain-lainyo. Atau kalau aku tulis itu sumbangan dari orang lain, siapo yang ndak nyumbang?, makonyo tetap dituliskan namo bapak,” jelasnya lagi.

Atas hal tersebut, ia justru mempertanyakan kembali ke KPU provinsi Bengkulu, terkait penggunana dana untuk kampanye dirinya.

“Aku ndak nanyo balik ke KPU atau siapo pun, jadi aku harus nulis namo siapo di laporan dana kampanye aku tuh?,” sindirnya.

Sementara terkait, kemungkinan bawaslu akan mengembalikan kelebihan dana tersebut ke negara, Riri justru menjawab santai. “Aku raso idak akan semudah itulah,” tutupnya.(sey)


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:



Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *