Bangunan di Jalan RE. Martadinata Dibongkar

Oleh Tgl: January 24, 2014
Jalan RE. Martadinata Dibongkar

Pak jangan dulu dibongkar, kasih waktu pak, saya janda Pak Tolong jangan dibongkar!!

Ibu Luhut Hutapea

BENGKULU – Pemerintah Kota Bengkulu hari ini, Jum’at (24/01/2014) melakukan eksekusi (pembongkaran) bangunan yang dinilai melanggar Garis Sempadan Pagar – GSP dan Garis Sempadan Bangunan – GSB disepanjang jalan RE. Martadinata Kelurahan Kandang Mas Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu.

Upaya pembongkaran ini sejak awal Januari sudah tiga kali dilakukan, namun karena adanya penolakan dari warga Pemerintah Daerah pun masih memberikan tenggat waktu yang diharapkan warga membongkar sendiri bangunannya.

Kedatangan tim dilengkapi satu unit alat berat cukup menganggetkan warga apalagi dengan pembongkaran paksa yang dilakukan. “Pak jangan dulu dibongkar, kasih waktu pak, saya janda Pak Tolong jangan dibongkar!!” ujar Ibu Luhut Hutapea yang memiliki bangunan warung tepat di simpang Perumdam Kota Bengkulu.

Hal senada juga diungkapkan Tasman, yang mengharapkan pembongkaran dilakukan mulai dari kawasan Pagar Dewa yang merupakan titik nol pelebaran Jalan RE. Martadinata. Namun Tasman mengaku menerima pembongkaran paksa yang dilakukan. “Kita memang sudah diberitahu untuk membongkar sendiri, tapi kita kan selama ini masih berupaya melakukan negosiasi dengan Pemerintah. Tiba-tiba sudah dibongkar hari ini,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Dilain pihak, Toni dan anaknya yang memiliki usaha air isi ulang di kawasan itu terlihat memberikan perlawanan. “Kami sedang memindahkan barang-barang kami. Jangan seperti ini, kami sudah melakukan pembongkaran sendiri. Jangan seperti ini,” katanya sembari mengupat petugas bahkan anaknya sempat mengeluarkan sekop untuk menghalau petugas.

“Kalau seperti ini namanya memiskinkan masyarakat, kami cari makan pak bukan cari kaya disini! Anak saya banyak,” tambah Toni dengan penuh amarah.

Pembongkaran ini dilakukan terhadap bangunan di sisi kiri dan kanan jalan RE. Martadinata dengan jarak 15 meter dari as jalan untuk kebutuhan pelebaran jalan yang dijadwalkan mulai akhir Januari atau awal Februari mendatang.(fr1)


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:



Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *