Tragedi Bintaro Jilid II: Siapa Jadi Tersangka?

Oleh Tgl: December 11, 2013
kereta

JAKARTA – Hingga kini, pihak kepolisian masih berkutat dengan pemeriksaan tujuh saksi dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasilnya, belum ada penetapan tersangka atas kasus kecelakaan kereta api di Bintaro, Senin (9/12) lalu.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto, pemeriksaan sejumlah saksi dinilai cukup menggambarkan situasi terjadinya kecelakaan. Namun, belum juga ditetapkan tersangka karena masih dibutuhkan pemeriksaan lanjutan.

”Keterangan saksi seperti Penjaga Pintu Kereta, Penjaga Kebersihan dan warga di lokasi, sudah cukup menggambarkan,” kata dia, Rabu (11/12).

Untuk hasil olah tempat kejadian perkara (Olah TKP) pun masih berupa data mentah yang akan disimpulkan secara keseluruhan. Olah TKP tersebut untuk mencari titik benturan tepatnya dimana, apakah kereta sempat mengerem, apakah ada kemacetan dan imbas dari benturan tersebut membuat sejauh mana truk terpental.

”Masih data mentah,” kata Rikwanto.

Terpisah, Karopenmas Polri Brigjen Boy Rafli Amar mengatakan, seluruh informasi yang Polri dapatkan akan dimaksimalkan sebagai bahan mengetahui penyebab kecelakaan.

“Terus diselidiki dari okeh TKP dan keterangan saksi untuk kemudian diketahui penyebab kecelakaan,” ujar dia di Kantor Humas Mabes Polri, Jakarta.

Boy berujar, olah tempat kejadian yang dimulai sejak Senin malam ini masih terus berlangsung. Pasalnya proses penyelidikan harus menunggu dulu evakuasi dari korban dan bangkai kereta serta truk tangki milik Pertamina itu.

Sementara itu Direktur Utama PT KAI Ignasius Jonan mengatakan,  PT KAI tidak bertanggung jawab atas adanya palang pintu yang statusnya liar. “Menurut undang-undang, palang pintu tanggung jawab pemerintah daerah,” kata Ignasius.

Menurutnya, palang pintu saat terjadi kecelakaan kemarin adalah dalam kondisi baik. “Tidak rusak kok, coba Anda lihat”, kata Jonan kepada wartawan.

Jonan menambahkan, yang seharusnya ikut menyediakan palang pintu beserta rambunya adalah dari pihak jalan raya. “Kalau baca undang-undang itu tanggung jawab lalu lintas jalan”, ujar Jonan.





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *