Money Politik Gaya Baru, ‘Serangan Fajar’ Plus-plus

Oleh Tgl: December 5, 2013
politik uang 2012

JAKARTA – Ketua Bawaslu Muhammad mengilustrasikan bahwa money politik dalam pemilu mengalami perubahan baik bentuk maupun cara. Pada awal pemilu langsung, dikenal dengan istilah serangan fajar, yaitu membagikan uang maupun barang pagi-pagi benar kepada pemilih.

Biasanya operator money politik menjemput bola dengan mendatangi setiap rumah. Masalah muncul karena pemilih tidak saja didatangi oleh satu operartor. Tapi banyak operator, sehingga pada perkembangannya, serangan fajar ini sedikit berubah, demi efektivitas dan akurasi pencoblos.

Pelaku akan menunggu di bilik suara untuk membagikan uang atau barang bila pemilih bisa menunjukkan bukti bahwa yang bersangkutan memilih sesuai perintah operator.

“Bentuk money politik pada Pemilu terus berkembang. Sehingga Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu – red) harus bisa mengimbangi kecurangan-kecurangan dalam Pemilu, “ ujar Muhammad, Kamis (05/12).

Modus money politik, lanjutnya,  berkembang dengan menggunakan sarana telekomunikasi telepon genggam untuk merekam atau mengabadikan gambar calon yang di coblos saat masyarakat di bilik suara. Hal tersebut sebagai bukti kepada orang-orang yang akan menyebar uang dalam Pemilu.

Untuk mengantisipasinya, Bawaslu melarang membawa kamera ke dalam bilik suara.”Jadi pada saat hari H, saat masuk ke bilik suar tidak boleh membawa handphone,” kata Muhammad.

Bawaslu pun menemukan pula adanya kecurangan dengan cara mencoblos gambar calon dengan lubang yang lebih besar dengan tujuan sebagaian kecil potongan kertas suara bisa menjadi bukti kepada calon-calon yang menebar uang.

“Hal itu pun kita kaji, sehingga kita pun harus menentukan ada ukuran lubang standar pencoblosan,” ungkapnya. (***)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *