Mendiang Mandela, Arsitek Piala Dunia 2010

Oleh Tgl: December 6, 2013
mandela

JOHANNESBURG – Kamis (5/12/2013) petang waktu setempat, Mandela akhirnya menghembuskan napas terakhir karena tak mampu lagi melawan penyakit radang paru-paru yang cukup lama menyerangnya dan membuatnya harus bolak-balik ke rumah sakit dalam sembilan bulan terakhir. Mandela wafat di usia 95 tahun di kediamannya di Soweto, bagian barat daya Johannesburg, Afrika Selatan.

Kabar meninggalnya Mendela sontak membuat masyarakat Afrika Selatan berdua. Duka yang mendalam juga dirasakan publik sepakbola di mana para pelaku sepakbola seperti Cristiano Ronaldo, Gerard Pique hingga Presiden FIFA, Sepp Blatter, turut memberikan belasungkawanya melalui akun twitter masing-masing.

Nelson Rolihlahla Mandela dikenal sebagai seorang revolusioner anti-apartheid dan politisi Afrika Selatan yang menjabat sebagai Presiden Afrika Selatan sejak 1994 sampai 1999. Selain aktif di dunia politik, Mandela juga dikenal sebagai sosok yang punya ketertarikan lebih pada dunia olahraga, khususnya sepakbola.

Selama kepemimpinannya, Mandela menyelenggarakan berbagai even olahraga bertaraf dunia; seperti menjadikan Afsel sebagai tuan rumah Piala Dunia Rugby pada 1995, yang kemudian secara tidak langsung memberikan imej positif Afsel di mata dunia.

Setahun berselang, Mandela kembali berperan dalam gelaran Piala Afrika pada 1996. Event ini berjalan cukup sukses, hingga kemudian muncul idenya untuk menggelar event yang lebih besar, Piala Dunia.

Berbagai upaya dilakukannya untuk membawa Piala Dunia ke benua Afrika untuk kali pertama. Mulai dari membangun sejumlah infrastruktur hingga berbagai elemen pendukung lainnya.

Sayang, pada percobaan pertamanya, Mandela gagal. Afrika Selatan kalah bersaing dengan Jerman yang terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 2006.

Hal ini tidak membuatnya menyerah, Mandela justru lebih serius lagi dalam upayanya menciptakan Piala Dunia pertama di Afrika. Kerja kerasnya pun akhirnya membuahkan hasil, Afrika Selatan akhirnya terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010.

Terlepas dari beberapa kekurangan yang ada, perhelatan Piala Dunia 2010 untuk kali pertama di Afrika dianggap berjalan dengan cukup sukses. Mandela bahkan mendapat pujian langsung dari Presiden FIFA, Sepp Blatter.

“Anda adalah arsitek sejati untuk Piala Dunia ini (2010). Kehadiran dan komitmen Anda tunjukkan membuat hal itu terjadi. Kini, Piala Dunia pertama di benua Afrika akhirnya jadi kenyataan,” tutur presiden FIFA, Sepp Blatter kala itu.

Sebagai bentuk penghormatan untuk Mandela yang berjasa besar membawa Piala Dunia, pemerintah Afrika Selatan memutuskan untuk mengganti nama stadion yang jadi venue Piala Dunia 2010. Stadion Port Elizabeth diberi nama Nelson Mandela Bay. (***)

 





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *